Peringati May Day, Disnaker Kabupaten Malang Beri Kejutan hingga Buruh Tak Turun ke Jalan - Tugujatim.id

Peringati May Day, Disnaker Kabupaten Malang Beri Kejutan hingga Buruh Tak Turun ke Jalan

  • Bagikan
Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo (tengah) saat memberikan sambutan di depan para perwakilan serikat buruh. (Foto: Nurhayati/Tugu Jatim)
Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo (tengah) saat memberikan sambutan di depan para perwakilan serikat buruh. (Foto: Nurhayati/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Ada yang berbeda dengan perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional tahun ini. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang memberikan kejutan kepada serikat buruh Jelang peringatan May Day. Pemberian kejutan dilakukan di Kantor Disnaker Kabupaten Malang pada Jumat (30/04/2021).

Para perwakilan pekerja diundang oleh Disnaker Kabupaten Malang. Di antaranya, KSPSI, FRTMM, APSM, SPBI, SBSI, FPBI, SBM, dan Sarbumusi. Mereka berbincang dengan gayeng bersama Kadisnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo. Pembicaraan yang juga dihadiri oleh Kasatintel Polres Malang Iptu Mochamad Riza SIK serta perwakilan dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan itu berjalan akrab dan hangat.

Perwakilan dari serikat buruh di Kabupaten Malang foto bersama setelah diberikan kejutan. (Foto: Nurhayati/Tugu Jatim)
Perwakilan dari serikat buruh di Kabupaten Malang foto bersama setelah diberikan kejutan. (Foto: Nurhayati/Tugu Jatim)

Begitu tiba saatnya para tamu keluar dari ruangan Kadisnaker, para karyawan disnaker yang dikomandoi oleh Yoyok bertepuk tangan dengan diiringi lagu berjudul “Selamat Ulang Tahun” dari Jamrud. Suasana semakin meriah kala disnaker memberikan buket bunga kepada perwakilan buruh. Selain itu, juga ada hampers persembahan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Belum selesai sampai di situ, disnaker juga menggelar santunan untuk anak yatim. Tujuannya agar hubungan industrial antara buruh, perusahaan, dan pemerintahan semakin harmonis.

Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo mengatakan, kegiatan ini sebagai penegasan bahwa serikat buruh dan pemerintah memiliki ikatan batin kuat untuk menjaga iklim industrial di Kabupaten Malang agar tetap kondusif.

“Jadi, kami menunjukkan empati kepada sahabat-sahabat serikat buruh bahwa pemerintah hadir untuk menguatkan ikatan batin,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini memang terjalin hubungan kondusif antara serikat buruh dengan Disnaker Kabupaten Malang yang dalam hal ini mewakili Pemkab Malang.

“Sinergitas ikatan batin serikat buruh dan pemerintah terjalin dengan baik. Apabila ada permasalahan di perusahaan bisa diselesaikan secara elegan,” ungkapnya.

Peringati Hari Buruh Internasional dengan menyantuni anak yatim. (Foto: Nurhayati/Tugu Jatim)
Peringati Hari Buruh Internasional dengan menyantuni anak yatim. (Foto: Nurhayati/Tugu Jatim)

Selanjutnya dia berharap, dengan adanya sinergitas yang baik antara pemerintah dengan serikat buruh bisa menggaet investor yang banyak di Kabupaten Malang.

“Harapannya, Kabupaten Malang terkenal hubungan industrialnya kondusif agar investor banyak berdatangan sehingga lapangan pekerjaan terbuka untuk menyerap tenaga kerja dari masyarakat Kabupaten Malang,” kata mantan staf Ahli Bupati Malang tersebut.

Melalui pemberian kejutan dari Disnaker Kabupaten Malang ini, dia juga memastikan pada peringatan Hari Buruh besok atau May Day, serikat buruh di wilayahnya tidak turun ke jalan dan menggantinya dengan aksi sosial.

Sementara itu, perwakilan dari Front Pembela Buruh Indonesia (FPBI) Lutfi Chafid mengaku terharu dengan kejutan yang diberikan Disnaker Kabupaten Malang. Ini adalah wujud kepedulian pemerintah kepada buruh. Padahal, menurut dia, saat yang lainnya abai tapi disnaker justru menunjukkan kepeduliannya.

Menurut dia, hal ini adalah langkah bagus untuk menjalin hubungan industrial yang harmonis. Apalagi menjalin kerja sama yang bagus dengan kepolisian dan pemerintah.

“Semuanya kembali untuk kepentingan buruh,” tegasnya.

Terkait dengan puncak perayaan May Day pada 1 Mei ini, Lutfi menegaskan, tidak akan ada aksi turun ke jalan dari para buruh. Lantaran, dia pun tidak ingin kegiatan itu justru menjadi klaster baru bagi penyebaran Covid-19.

“Kami tidak akan turun ke jalan. Rencananya, akan buka bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes),” tegasnya.

Kegiatan ini pun ditutup dengan pembacaan seruan buruh. Tujuannya untuk menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan situasi hubungan industrial yang harmonis serta produktif,” tandasnya.

  • Bagikan