• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mbah Gembong

Makam Mbah Gembong atau Syekh Sayid Alimul Hasanningrat, Bulurejo, Sidomulyo, Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. (Foto: Diki Febrianto)

Mengenang Perjalanan Spiritual Mbah Gembong dari Jawa Barat ke Tanah Jember

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Cerita/Dongeng, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Di tengah semilir angin di pesisir Paseban, tersembunyi sebuah kisah dakwah yang luar biasa dari Makam Mbah Gembong, sebuah tempat peristirahatan terakhir yang jarang dikenal oleh banyak orang. Di sinilah tercatat perjalanan panjang Syekh Sayid Alimul Hasanningrat yang lebih dikenal dengan julukan Mbah Gembong dalam menyebarkan ajaran Islam di selatan Jember.

Menurut Sumo (80) penjaga makam tersebut, Mbah Gembong lahir di Jawa Barat sekitar tahun 1488 dan memulai misi dakwahnya di Banten. Perjalanan beliau tidak berhenti di situ, melainkan terus menapaki berbagai daerah, mulai dari Magelang, Pati hingga Ponorogo, sebelum akhirnya menetap di Jember.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM
Mbah Gembong 1
Patung ikan lele di gerbang menuju makam Mbah Gembong atau Syekh Sayid Alimul Hasanningrat. (Foto: Diki Febrianto)

 

Di masa itu, ketika ajaran Buddha masih mendominasi Nusantara, upaya penyebaran Islam memerlukan ketekunan luar biasa. Mbah Gembong diketahui menghabiskan waktu bertahun-tahun di setiap kota, menetap hanya setelah berhasil mengumpulkan sejumlah pengikut yang setia.

BACA JUGA: Makam Mbah Gembong Jember, Situs Sejarah Penyebaran Islam di Selatan Kota Cerutu

“Jadi, Mbah Gembong itu baru pindah ke daerah lain setelah dia berhasil mendapat banyak pengikut,” terang Sumo pada Minggu (9/3/2025).

Mbah Gembong Pernah Dakwah dan Menikah di Pasuruan

Kisahnya semakin menyentuh ketika tercatat bahwa sang pendakwah pernah menetap di Pasuruan dan menikah. Namun, setelah kelahiran anaknya yang sayangnya hanya bertahan selama 36 hari (selapan), beliau kembali melanjutkan perjalanannya.

BACA JUGA: KH Achyat Halimi, Sosok Kiai Mojokerto Peduli Pendidikan dan Kesehatan

Destinasi berikutnya adalah kawasan selatan Jember, tepatnya di wilayah Paseban, di mana Mbah Gembong akhirnya dikenal oleh masyarakat. Mengingat keterbatasan usianya yang sudah lanjut dan kesulitan berkomunikasi, ketika warga bertanya tentang asal-usulnya, jawabannya sederhana ‘Gembong’. Julukan itulah yang kemudian melekat dan dikenal luas.

“Dari situlah asal nama Mbah Gembong, soalnya pada masa itu warga masih belum tahu kalau Mbah Gembong ini pendakwah,” jelas Sumo.

Legenda setempat menuturkan bahwa di Paseban, Mbah Gembong menjalani praktik puasa yang sangat ekstrem. Ia hanya mengonsumsi seekor ikan lele setiap 36 hari, tepat pada hari Jumat Kliwon.

BACA JUGA: Sekilas Tentang KH Nawawi, Sosok Kiai Heroik Asal Mojokerto

Ritual spiritual tersebut dijalani selama satu windu, atau delapan tahun, sebagai bentuk persiapan untuk bersatu kembali dengan Sang Pencipta setelah merasa tugas dakwahnya telah tuntas.

Akhirnya, pada tahun 1611, Mbah Gembong menghembuskan nafas terakhirnya. Untuk mengenang dedikasi dan keteguhan imannya, masyarakat mendirikan sebuah patung lele di depan makam, simbol dari perjalanan spiritualnya yang penuh pengorbanan.

Mbah Gembong 2
Makam Mbah Gembong atau Syekh Sayid Alimul Hasanningrat, Bulurejo, Sidomulyo, Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. (Foto: Diki Febrianto)

 

“Patung lele itu untuk mengenang, kami membangun patung lele di depan area makam,” imbuh Sumo. Hingga kini, Makam Mbah Gembong tetap menjadi saksi bisu perjalanan penyebaran Islam yang penuh liku di Nusantara.

BACA JUGA: Menilik Sejarah Ikhbar Ramadan Pada Masa Awal Berdiri Nahdlatul Ulama

Tempat ini tidak hanya menjadi tujuan ziarah, tetapi juga pengingat abadi bagi generasi berikutnya tentang keberanian dan pengorbanan seorang pendakwah yang rela menapaki jalan penuh tantangan demi menyebarkan syiar Islam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita jemberJemberKabupaten JemberRamadanSejarah JemberTokoh dan KyaiWisata jemberwisata religiWisata religi Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
balap liar di Mojokerto

Gerombolan Balap Liar di Mojokerto Nekat Nyemplung Sungai Saat Digerebek

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID