• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
KH Nawawi

KH. Nawawi di buku Isno Woeng Sayon (dok Isno)

Sekilas Tentang KH Nawawi, Sosok Kiai Heroik Asal Mojokerto

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Featured, Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Historiografi lokal tak pernah lepas dari sosok-sosok penting, baik kaum intelektual maupun pemuka agama. Seperti daerah Mojokerto yang tidak lepas dari sosok KH Nawawi, yang namanya termaktub dalam buku berjudul Biografi Kiai Mojokerto karya Isno Woeng Sayun.

KH. Nawawi lahir tahun 1886 di Lespadangan, Terusan, Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Saat kecil, KH Nawawi menempuh pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School. Setelah itu, KH Nawawi kecil memutuskan belajar ke Tebuireng di bawah asuhan KH Hasyim Asy’ari.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

“Setelah dari Tebuireng, KH Nawawi meneruskan nyantri di beberapa pesantren lain, seperti belajar ke Kiai Kozin di Siwalan, Panji, Sidoarjo. Lalu, Kiai Soleh dan Kiai Zainuddin di Nganjuk, termasuk ke Kiai Kholil di Bangkalan,” tulis Isno seperti dikutip dalam bukunya, Minggu (29/09/2024).

Komandan Barisan Sabilillah Karesidenan Surabaya di Mojokerto

Pasca menikah, KH Nawawi membuka usaha penjahitan dengan menyewa tempat di tengah Kota Mojokerto. Lambat laun usaha tersebut semakin ramai hingga KH Nawawi mencari karyawan guna menyelesaikan orderan jahitan yang berlimpah.

Dari usaha jahit tersebut, KH Nawawi lantas membeli sebidang tanah yang sekarang berhadapan dengan Jl Gajah Mada. Dari tanah tersebut KH Nawawi membangun rumah dan musala. Berawal dari musala tersebut, dakwah KH Nawawi dimulai dengan mengajar anak-anak di sekitarnya untuk membaca kitab suci Al-Quran.

BACA JUGA: KH Achyat Halimi, Sosok Kiai Mojokerto Peduli Pendidikan dan Kesehatan

“Lambat laun masyarakat memanggil beliau dengan sebutan KH Nawawi. Keilmuan dan ketokohan beliau semakin diakui. Salah satunya beliau pernah menjabat sebagai Syuriah dalam struktur Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama,” ungkap Isno.

Sementara, perjuangan KH Nawawi kala mempertahankan kemerdekaan Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Saat perang berkecamuk di Surabaya, KH Nawawi maju sebagai Komandan Barisan Sabilillah Karesidenan Surabaya di Mojokerto. Ia sebagai sosok kiai heroik yang mengangkat senyata langsung ke medan perang saat Agresi Belanda.

BACA JUGA: Riwayat Hidup Mbah Hamid Pasuruan, Waliyullah yang Sering Bertemu Nabi Muhammad

“KH Nawawi yang semula berada di garis depan Surabaya tidak pulang ke Mojokerto. Beliau menuju front Kletek di Sidoarjo. Saat terjadi pertempuran di Sumantoro, Sidoarjo, ternyata tentara Belanda mengepung KH Nawawi dan pasukan. Dari pertempuran tersebut, beliau gugur sebagai syuhada,” terang Isno.

Untuk menghormati dan mengenang darma bakti, Pemerintah Kota Mojokerto mengabadikan perjuangan KH Nawawi sebagai nama sebuah jalan yakni Jl KH Nawawi. Jalan tersebut menjadi penghubung antara Jl Residen Pamuji dengan Jl Bhayangkara. Keputusan tersebut berdasarkan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto pada 30 Maret 1967 silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Biografi Kiai MojokertoKabupaten MojokertoKota MojokertoMojokertoRamadanSejarah MojokertoTokoh dan Kiai
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Next Post
Bawaslu Jember

Tak Perlu Cemas! Para Perantau Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada 2024 Dengan Mudah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID