Perkuat Literasi, Muhammadiyah Telusuri Sejarah Berdiri di Kediri

  • Bagikan
Sekretaris Ikhwan Nurhadi, Sekretaris PDM Kabupaten Kediri selaku ketua tim penelusuran Muhammadiyah Kabupaten Kediri. (Foto: NOE/Tugu Jatim) sejarah muhammadiyah di kediri
Sekretaris Ikhwan Nurhadi, Sekretaris PDM Kabupaten Kediri selaku ketua tim penelusuran Muhammadiyah Kabupaten Kediri. (Foto: NOE/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Usia Muhammadiyah di Indonesia yang tengah memasuki 108 tahun tidak dibiarkan begitu saja. Termasuk di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri, menjadikan momentum ini sebagai tonggak untuk mengilhami perjuangan Kiai Ahmad Dahlan, pendiri salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam berdakwah. Hal ini juga untuk memperkuat literasi tentang peran Muhammadiyah pada awal masuk di Kabupaten Kediri.

Menurut Ikhwan Nurhadi, Sekretaris PDM Kabupaten Kediri, menerangkan bahwa kegiatan penelusuran sejarah ini untuk mengetahui bagaimana awal masuk dan perannya di Kediri.

“Penelusuran ini untuk melihat sejarah dan dinamika apa saja yang terjadi di awal masuk sekitar akhir tahun 1920-an,” ungkap Ikhwan.

Data yang terkumpul, kata Ikhwan, akan disusun menjadi dua buah buku. Yang pertama, data awal Muhammadiyah mulai 1920-an sampai tahun 2000. Selanjutnya, data tahun 2000 sampai 2020.

Mengapa datanya dipecah menjadi dua? Mendapatkan pertanyaan ini, Ikhwan menerangkan awal masuknya Muhammadiyah ini untuk melihat bagaimana perjuangan pra-kemerdekaan dan kegiatan dakwahnya. Sedangkan data kedua, akan dikirimkan ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) untuk melengkapi data yang sedang didalami perkembangan Muhammadiyah di wilayah provinsi.

“Data ini akan kami lihat dan ilhami betul, untuk menguatkan para kader dan jamaah Muhammadiyah agar terus mengabdi untuk masyarakat,” terang pria yang juga sebagai Ketua Tim Penelusuran Sejarah Muhammadiyah Kediri.

Tak hanya itu, berharap ada dukungan dari masyarakat pemerhati sejarah lokal untuk memberikan informasi, apabila pernah mendengar cerita atau mempunyai dokumen tentang data Muhammadiyah di 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.

“Kami berikhtiar untuk menyelesaikan ini sebelum Ramadhan nanti, sehingga semangat untuk berdakwah semakin meningkat ketika memasuki ibadah puasa,” pungkasnya. (noe/gg)

  • Bagikan