MOJOKERTO, Tugujatim.id – Prosesi wisuda ibarat proses hijrah yang artinya berpindah atau berubah menjadi lebih baik. Mahasiswa yang telah wisuda menjadi sarjana dan harus menjadi pribadi yang lebih baik.
Sekretaris Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Dr Hasan Ubaidillah meyampaikan pesan tersebut dalam orasi ilmiah kepada para wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin (Staisam) Pungging, Mojokerto, Minggu (28/07/2024). Karena sarjana akan kembali ke masyarakat setelah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi.
“Mau naik atau turun setelah wisuda, itu merupakan pilihan. Karena mau sukses atau kepribadian kita naik atau lebih baik, ada syarat dan jalannya. Demikian pula sebaliknya. Silakan untuk dipilih,” kata Dr Hasan Ubaidillah di Staisam Pungging, Mojokerto, Minggu (28/07/2024).
Pria yang juga Sekretaris Majelis Ulama Islam (MUI) Jawa Timur itu mencontohkan seperti sejarah Nabi Muhammad SAW tatkala hijrah ke Madinah. Nabi saat hijrah membangun masjid yang fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun sebagai tempat pendidikan dan pembinaan bagi sahabat dan umat Islam kala itu.
“Pondok pesantren merupakan pusat dakwah, pusat pendidikan, pusat pembinaan mental sekaligus spiritual. Berdasarkan penelitian, kecerdasan spiritual atau Spiritual Quotient SQ mempengaruhi 60 persen dari kesuksesan seseorang,” tandas pria yang juga dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Ketua Yayasan Sabilul Muttaqin, Dr KH Abdul Rokhim berharap apa yang diperoleh mahasiswa selama berkuliah di Staisam bisa bermanfaat, terutama bagi diri sendiri dan bagi masyarakat pada umumnya. “Wisuda ini merupakan wisuda ke-4, sejak kampus ini mulai beroperasi pada 2017 lalu,” tambahnya.
Sementara, Ketua Staisam Pungging, Dr KH Sholeh Qosim juga mengajak wisudawan berikut hadirin untuk mendoakan KH A. Chalid Mawardi, mantan Wakil Ketua PBNU sekaligus Duta Besar Indonesia untuk Syiria yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.
“Beliau merupakan salah satu pendiri PMII. Salah satu pesan beliau adalah meminta generasi muda adar tidak jauh dari Ulama, dari Nahdlatul Ulama. Karena ulama merupakan salah satu pemberi arah bangsa ini,” pungkas Dr. KH Sholeh Qosim.
Dalam wisuda tahun ini, wisudawan berasal dari empat program studi, yakni Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), serta Ekonomi Syariah (ES).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








