• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tips Kerja Jurnalis

Tips Kerja Jurnalis: Narasumber JFC 2025 Batch 2 sekaligus Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Nurcholis MA Basyari saat memaparkan materi lewat Zoom pada Senin (01/09/2025). (Foto: Dwi Lindawati/ Tugu Jatim)

Hindari Jebakan! Peserta JFC 2025 Batch 2 Dapat Tips Kerja Jurnalis Lewat 6M

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
11 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pelatihan hari pertama Journalism Fellowship on CSR 2025 (JFC 2025 Batch 2) dimulai lewat zoom meeting pada Senin (01/09/2025) pagi. Peserta pelatihan mendapatkan tips kerja jurnalis lewat teori ‘6M’ dalam memproduksi karya atau konten berkualitas.

“Wartawan bukan YouTuber, bukan TikToker, dan bukan buzzer”. Penggalan kalimat ini menjadi menarik saat narasumber JFC 2025 Batch 2 sekaligus Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Nurcholis MA Basyari menyampaikan materi awal dalam pelatihan jurnalistik ini.

You might also like

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

19/07/2026 10:00 AM
Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

18/07/2026 6:15 PM

Nurcholis MA Basyari dalam materinya soal, “Proses Perencanaan, Pengumpulan Data dan Produksi Berita/ Konten” menyampaikan, media pers memiliki landasan tersendiri yang membedakan dengan media yang bukan pers yaitu komitmen dan disiplin dalam menerapkan praktik jurnalisme yang berkualitas. Sebab, Nurcholis, sapaan akrabnya, mengatakan, wartawan itu bukan YouTuber, bukan TikToker, dan bukan buzzer.

“Pembeda dengan media yang bukan pers ya wartawan menerapkan praktik jurnalisme yang berkualitas. Mereka (wartawan, Red) bukan YouTuber, bukan TikToker, dan bukan buzzer,” ujar penulis dan editor 40 buku ini dalam paparan materinya.

Tips Kerja Jurnalis 1
Tips Kerja Jurnalis: Materi 6M sebagai kerja wartawan saat pelatihan jurnalistik JFC 2025 Batch 2 lewat Zoom pada Senin (01/09/2025). (Foto: Dwi Lindawati/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, kini wartawan cyber sering kali juga menjadi presenter di lapangan. Nurcholis melanjutkan, mereka menyampaikan laporan secara langsung atau live report mirip seperti di televisi yang berbasis streaming di media cyber masing-masing.

Para wartawan ini, dia melanjutkan, sering kali terjebak mengikuti gaya YouTuber maupun TikToker, atau bahkan ikut gaya buzzer dalam menyampaikan informasi sehingga amplikasinya pada diri sendiri bukan pada substansinya.

“Kalau penyampaiannya seperti YouTuber atau TikToker, jadinya seperti selebrasi kepada diri sendiri. Fokusnya tidak pada substansinya. Ini yang membedakan antara wartawan dan bukan wartawan. Akhirnya sering kali media kita tenggelam justru karena mengikuti gaya mereka,” ujarnya.

BACA JUGA: 13 Wartawan Kupas Program CSR TBIG Tangerang, JFC 2025 Gaungkan Inklusi Libatkan Jurnalis Difabel

Pria lulusan S2 Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI) ini melanjutkan, sebenarnya hal seperti ini bukanlah masuk kategori news.

“Padahal kita wartawan, kalau melakukan hal seperti ini bukan masuk ke ranah news. Ini masuk ke non news atau sering disebut drama,” tegasnya.

Karena itu, dia mengatakan, pers berkualitas harus sesuai UU Pers No 40/1999 sebagai Media Informasi, Media Pendidikan, Media Hiburan, Kontrol Sosial dan Lembaga Ekonomi. Selain itu, juga menerapkan kode etik jurnalistik.

“Tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, media juga harus berpegang pada undang-undang dan kode etik yang berlaku dalam menyajikan informasi,” tuturnya.

6M Bedakan Wartawan dan Non Wartawan

Nurcholis juga menjabarkan pembeda wartawan dengan non wartawan melalui 6M. Dia mengatakan, seorang wartawan itu harus menjalankan aktivitas mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan mempublikasikan. Hal terpenting, dia menjelaskan, yaitu menyimpan.

“Kalau wartawan tidak menyimpan data, bisa buyar semua. Khususnya terkait hal-hal penting yang berpotensi menjadi persoalan hukum,” tegasnya.

BACA JUGA: Dwi Lindawati, Wartawan Tugujatim.id Terpilih Peserta Journalism Fellowship on CSR 2025 Batch II

Dia mengatakan, hal yang berkaitan dengan menyimpan data atau bahan ini penting karena bisa menjadi bukti jika berita atau informasi yang disampaikan wartawan dipersoalkan. Hal ini menjadi bukti yang kuat apa yang ditulis wartawan berdasarkan fakta di lapangan.

Nah, dia melanjutkan, dalam menyampaikan berita juga ada tiga aspek, yaitu menyangkut peristiwa atau kejadian, problema yang terjadi di masyarakat, dan wacana yang muncul atau berkembang agar publik mengetahuinya. Contohnya soal undang-undang baru, kebijakan, seremoni, kegiatan pelatihan/training/bimtek/lokakarya, sosialisasi, dan lain-lainnya.

“Kita dalam menjalankan 6M dan memberitakan informasi harus ada cantolannya. Kalau tidak ada cantolannya, seperti adanya peristiwa atau kejadian yang berkembang di masyarakat, dinilai kita memiliki kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Terakhir, dia menekankan agar wartawan menulis berita dengan dua nilai berita, yaitu penting dan menarik. Untuk nilai penting, pria lulusan S1 Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Nilai penting dan menarik menjadi dasar berita itu layak dimuat atau dipublikasikan. Tolok ukurnya, penting itu jika pembaca, pengakses, penonton, atau pemirsa kita merasa rugi tidak dapat mengakses berita kita. Contohnya, banyak jalan di Jakarta yang ditutup dari dampak kerusuhan dan pemberlakuan kebijakan ganjil genap,” ujarnya.

BACA JUGA: Cerita Aisyah Nawangsari Putri, Wartawan Tugu Media Grup Langganan Program Fellowship

Tolok ukur menarik, dia melanjutkan, kalau pembaca, pengakses, penonton, atau pemirsa merasa untung karena terhibur. Dia menjelaskan, pembaca merasa mendapatkan pengetahuan baru dari berita yang ditulis wartawan.

Untuk diketahui, program Journalism Fellowship on CSR 2025 atau JFC 2025 Batch 2 bermitra dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), perusahaan penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan ini bergerak untuk menyewakan menara telekomunikasi, penyediaan sistem sinyal nirkabel seperti distributed antenna system (DAS), dan lain-lainnya.

Kick off JFC Batch 2 berlangsung di Rumah Belajar Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), Jl Boulevard Kawasan Sudirman, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Jakarta, Jumat (29/08/2025). JFC akan berlangsung selama sebulan mulai 1 September-8 Oktober 2025 dengan meloloskan 13 wartawan se-Indonesia sebagai peserta.

Peserta Terpilih Lolos Ikuti Pelatihan Jurnalistik JFC 2025 Batch 2:

  1. Achmad Rifki, Suaramerdeka.com, Semarang-Jawa Tengah.
  2. Alicia Diahwahyuningtyas, Kompas.com, Sragen-Jawa Tengah.
  3. Dwi Lindawati, Tugumalang.id/Tugujatim.id, Malang-Jawa Timur.
  4. Dina Miladina Dewimulyani, Ayobandung.com, Bandung-Jawa Barat.
  5. Risbika Nasarani Putri, Krjogja.com, Yogyakarta.
  6. Friska Yolandha, Republika.co.id, Depok-Jawa Barat.
  7. Wahyu Sulistiyawan, Jateng.disway.id, Semarang- Jawa Tengah.
  8. Wahyu Alhadi, Topsatu.com/Singgalang, Padang, Sumatera Barat.
  9. Garudea Prabawati, Tribunnews.com, Sukoharjo, Jawa Tengah.
  10. Sugiran, Tagar.co, Gresik, Jawa Timur.
  11. Elizabeth Ayudya, Kompas.com, Klaten- Jawa Tengah.
  12. Agus Dian Zakaria, Radar Tarakan, Tarakan, Kalimantan Utara.
  13. Ignas Inyaskunda, Media Indonesia/Metro TV, Flores, Nagekeo, NTT.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis: Dwi Lindawati

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Gerakan Wartawan Peduli PendidikanGWPPJFCJFC 2025JFC 2025 Batch 2Journalism Fellowship on CSR 2025Prestasi Tugu Media GroupPrestasi Tugujatim.id
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

by Dwi Linda
18/07/2026 5:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Seorang anggota Polres Blitar Kota berinisial Aiptu EW resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

Next Post
Ghozi Mubarok

Saat Ghozi Mubarok 'Hadir' di Wisuda Anumerta UMM

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID