JEMBER, Tugujatim.id – Walaupun akses Jalur Gumitir yang menghubungkan dua kabupaten, Jember dan Banyuwangi, telah beroperasi lebih awal pada Kamis lalu (4/9/2025) lalu, menyisakan pr keamanan bagi para pengguna transportasi tetap menjadi tantangan yang belum terselesaikan.
Masalah utama yang menonjol adalah terbatasnya penerangan jalan umum (PJU) sepanjang rute tersebut. Anggota DPRD Jember dari Komisi C, Agung Budiman menjelaskan bahwa kondisi jalan yang didominasi gelap berpotensi terjadinya kejadian yang tidak diinginkan atau kecelakaan.
Melihat, jalur Gumitir menjadi salah satu rute yang kerap dipadati kendaraan berat pada malam hari. “Infrastruktur jalan yang berkualitas tidak akan maksimal jika aspek visibilitas diabaikan,” ujar Agung Budiman, Jumat (5/9/2025).
Menurutnya, sistem penerangan bertenaga matahari sebenarnya sudah pernah diimplementasikan di jalur ini. Sayangnya, mayoritas komponen tersebut lenyap akibat tindak pencurian, diperparah dengan supervisi yang tidak optimal serta rendahnya kepedulian warga terhadap aset publik.
BACA JUGA: Jalur Gumitir Kembali Dibuka Mulai 4 September 2025
“Diperlukan rasa kepemilikan kolektif. Tanpa penjagaan yang memadai, instalasi penerangan baru akan mengalami nasib serupa,” tegasnya.
Di samping permasalahan pencahayaan, Agung menyampaikan bahwa proses renovasi jalur masih meninggalkan beberapa pekerjaan detail yang belum rampung. Di antaranya adalah pembenahan sistem drainase dan proses pengecoran lapisan makadam. Oleh karena itu, di beberapa segmen masih diterapkan pengaturan lalu lintas bergantian.
“Kami memperkirakan, pengerjaan detail keseluruhan akan rampung di akhir bulan September,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
BACA JUGA: Sejarah Gunung Gumitir, Jalur Vital Jember–Banyuwangi yang Sempat Ditutup Total
Meskipun demikian, jalur Gumitir kini telah dilengkapi dengan penanda jalan yang jelas dan lapisan aspal baru. Struktur konstruksi juga diperkuat menggunakan teknologi bor pile dengan kedalaman 12-17 meter guna meningkatkan ketahanan terhadap longsor.
Namun, Agung menegaskan bahwa kualitas konstruksi saja tidak mencukupi tanpa dukungan pencahayaan yang memadai. “Apabila persoalan penerangan ini terus dibiarkan, jalur Gumitir akan tetap berisiko meski telah mengalami pemugaran,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








