MOJOKERTO, Tugujatim.id – Seorang pria di Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, meminta tolong regu pemadam kebakaran (damkar) dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Damkar Mojokerto pun mengevakuasi besi klaker yang melingkar erat di jari telunjuknya.
Menariknya, klaker tersebut sudah dia kenakan di jari berbulan-bulan sebelumnya. Proses evakuasi klaker ini ternyata tidak cuma melibatkan regu Damkar Mojokerto. Tenaga medis dari Puskesmas Kemlagi ikut turun tangan. Dari pihak medis, kondisi jari pria tersebut sudah bengkak parah.
Baca Juga: Pemadam Kebakaran Tuban Buka Cincin di Jari Bayi yang Makin Bengkak Karena Terjepit
“Awalnya ada laporan Puskesmas Kemlagi kalau ada pria dalam kondisi darurat. Ada klaker yang melingkar di jarinya dan susah lepas,” ujar komandan damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto, Sabtu pagi (02/08/2025).
Sukamto menuturkan, kuat diduga besi klaker telah melingkar cukup lama. Akibatnya, jari korban membengkak sehingga membutuhkan penanganan khusus agar klaker bisa lepas.
“Perkiraan kami sudah bulanan kalau kondisi jari korban kondisinya begitu. Jarinya membengkak sehingga sulit digerakkan dan klakernya juga sulit lepas,” ujarnya.
3 Jam Proses Evakuasi tanpa Korban Terluka
Proses pelepasan klaker tidak berakhir mulus. Petugas Damkar Mojokerto harus waspada dan hati-hati karena material klaker terbuat dari baja tebal. Tidak pelak butuh kesabaran dan ketelitian tinggi selama kurang lebih 3 jam untuk melepas logam klaker dari jari korban tanpa meninggalkan luka serius.
“Ketebalan besi klaker menjadi kesulitan tersendiri. Benar-benar harus sabar dan pas karena risikonya,” tutur Sukamto.
Petugas damkar yang dibantu kepolisian, tentara, serta relawan harus membawa korban ke Puskesmas Kemlagi untuk mendapatkan pembiusan. Hal ini ditempuh agar rasa sakit yang timbul tidak terlalu dirasakan oleh korban.
“Alhamdulillah bantuan dari polisi, tentara, relawan, proses (evakuasi) bisa berhasil dengan aman,” ungkap Sukamto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








