Purnatugas, Mantan Sekda Kota Malang Wasto Sapu Jalanan Bareng Kader Lingkungan - Tugujatim.id

Purnatugas, Mantan Sekda Kota Malang Wasto Sapu Jalanan Bareng Kader Lingkungan

  • Bagikan
Mantan Sekda Kota Malang Wasto saat menyapu jalanan bersama Kader Lingkungan pada Senin (01/03/2021). (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Mantan Sekda Kota Malang Wasto saat menyapu jalanan bersama Kader Lingkungan pada Senin (01/03/2021). (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Per 26 Maret 2021, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto sudah purnatugas. Menyambut awal Maret 2021, Wasto tak mau berdiam diri. Dikenal sebagai sosok pecinta lingkungan, Wasto justru mengawali pagi harinya dengan menyapu jalanan di Kota Malang.

Dalam aktivitas itu, Wasto tak sendirian. Dia ikut menyapu jalanan sepanjang balai kota hingga Stasiun Kota Baru bersama Kader Lingkungan Kota Malang, komunitas lingkungan gagasan Wasto sejak 2009 silam.

Untuk diketahui, Kader Lingkungan ini dibentuk Wasto saat menjabat kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang dulu. Namun, belakangan ini komunitas dengan anggota mencapai 20 ribu orang itu sempat vakum.

Jadi, dengan purnatugasnya ini Wasto manfaatkan untuk mengaktifkan komunitas ini kembali dan melakukan kegiatan sosial lainnya.

“Saya mengoordinasi lagi mereka yang sempat pasif. Padahal, dulu aktivitasnya luar biasa. Makanya ini ibaratnya saya panasi lagi mesinnya,” ungkap Wasto di sela-sela aktivitas menyapu.

Wasto menuturkan, partisipasi dan pengabdian sosial memang menjadi fokusnya selama ini. Dia berharap bisa menularkan semangat ini ke banyak orang sehingga ada aktivitas nyata yang diperbuat.

Lebih jauh, program menyapu jalanan ini tujuannya untuk kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar. Selain itu, sebagai edukasi kepada generasi penerus agar mencintai lingkungan.

Dalam waktu dekat, Wasto mengatakan, Kader Lingkungan akan membuat program lanjutan inovasi pemanfaatan sampah. Salah satunya dengah menggalakkan budi daya cacing.

“Cacing itu bahan baku makannya kan sampah organik. Agar tempat pembuangan akhir (TPA) tidak cepat penuh, maka harus dikurangi secara signifikan di tingkat hulu dengan budi daya cacing ini,” jelasnya.

Selain punya manfaat pada lingkungan, program budi daya ternak cacing juga punya nilai ekonomis bagi warga. Ditanya soal realisasinya, Wasto menjelaskan, belum bisa dipastikan soalnya tidak mudah.

“Nanti saya akan datangkan ahlinya. Yang dijual nanti bukan cacing hidup, tapi cairannya. Nah, itu yang bernilai ekonomis tinggi. Pakai alat juga,” ujarnya.

 

  • Bagikan