SIDOARJO, Tugujatim.id – Anggota Komisi V DPR RI memanfaatkan masa reses dengan melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. Salah satu agenda yang dilakukan adalah meninjau kesiapan infrastruktur transportasi menjelang mudik Lebaran di Terminal Purabaya, Kabupaten Sidoarjo, Senin (23/02/2026).
Terminal bus tipe A terbesar di Jawa Timur itu menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk memastikan kelayakan fasilitas dan pelayanan transportasi darat menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Beri Insentif Rp500 Ribu/Bulan untuk 9.954 Ketua RT dan RW
Rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae disambut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana, serta Direktur Prasarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Toni Tauladan.
Usai meninjau Terminal Purabaya, rombongan melanjutkan agenda ke Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda, Sidoarjo, untuk menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Jawa Timur. Rapat tersebut membahas dukungan anggaran, sinkronisasi program pusat dan daerah, serta percepatan realisasi proyek infrastruktur transportasi.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana mengapresiasi kunjungan Komisi V DPR RI. Dia menilai kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.

“Hampir setiap hari kami menerima laporan masyarakat terkait jalan berlubang dan banjir. Kami berharap ada dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk menjawab keluhan tersebut serta meningkatkan akses dan kualitas transportasi di Sidoarjo,” ujar Mimik.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menegaskan komitmen pihaknya untuk menampung aspirasi daerah dan mendorong percepatan pembangunan di sektor-sektor yang menjadi kewenangan Komisi V, seperti perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta pembangunan desa dan daerah tertinggal.
Dia berharap melalui forum koordinasi tersebut, permasalahan jalan rusak di semua kelas jalan, baik kabupaten, provinsi, maupun nasional dapat segera ditangani secara menyeluruh.
Jatim Jadi Gerbang Perekonomian Kawasan Indonesia Timur
Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai gerbang perekonomian kawasan Indonesia Timur. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, khususnya dalam peningkatan kualitas dan kemantapan infrastruktur jalan.
“Tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 98 persen, sementara jalan provinsi berada di kisaran 86 persen,” kata Adhy.
Baca Juga: Sidoarjo Naikkan Kuota Program Beasiswa Jadi 4.000 di Hari Jadi Ke-167
Pemprov Jawa Timur, Adhy melanjutkan, juga mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan melibatkan jutaan penumpang melalui moda transportasi darat, laut, dan udara. Selain itu, Pemprov Jatim mendorong pengembangan transportasi massal di kawasan Surabaya Raya.
“Salah satu rencana strategis adalah pengoperasian kereta rel listrik (KRL) Surabaya–Sidoarjo yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 guna mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fauzan
Editor: Dwi Lindawati








