RS Lapangan di Malang Ditarget Beroperasi Awal Bulan November

  • Bagikan
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang, Husnul Muarif menanggapi terkait RS Lapangan di Malang
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang, Husnul Muarif menanggapi terkait RS Lapangan di Malang. (Foto: AZM)

MALANG – Upaya memacu angka kesembuhan pasien virus corona terus dilakukan Pemkot Malang. Rencana dibangunnya rumah sakit (RS) Lapangan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) yang digagas Pemprov Jawa Timur terus berlanjut. Kemungkinan besar, RS Lapangan mulai siap beroperasi mulai akhir Oktober 2020 nanti.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang, Husnul Muarif, bahwa saat ini dalam progresnya sedang ditinjau dari Provinsi dan BNPB Jatim.

”Diusahakan, sudah bisa beroperasi pada akhir Oktober 2020 nanti,” terang dia kepada awak media.

Baca Juga: Libur Panjang, Tito Minta Warga di Zona Merah untuk Beres-Beres Rumah Saja

Husnul menerangkan, meski tren penularan dan angka kesembuhannya mulai membaik, namun keberadaannya dinilai masih penting. Khusunya untuk menampung pasien dengan gejala ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

”Tak hanya untuk pasien Kota Malang, tapi juga bisa menampung warga seluruh Jatim. Kapasitasnya nanti sampai 306 bed,” jelasnya.

Sementara, untuk fasilitas yang disediakan disini nanti, kata Husnul akan disetarakan dengan RS Lapangan di Indrapura, Surabaya.

“Semua fasilitas sudah dipenuhi dan semua pembiayaan dari BNPB pusat melalui Provinsi Jatim. Nanti, pengampunya dari RSSA Malang,” tandasnya.

Sementara, Wali Kota Malang Sutiaji juga melihat urgensi positif RS Lapangan tetap berlanjut. Untuk mencegah terjadinya klaster keluarga, klaster yang ternyata paling banyak menyumbang angka kasus dari kegiatan isolasi mandiri.

Baca Juga: Jokowi: Vaksinasi Corona Jangan Dipelintir dan Jadi Pemicu Demo Seperti UU Cipta Kerja

”Kita imbau agar tidak melakukan isolasi mandiri di rumah yang selama ini justru banyak penularan disana,” ungkapnya lewat kanal Kabar Kipa Ngalam.

Kata Sutiaji, faktornya ada banyak. Bisa dari faktor lingkungan rumah yang kurang sehat, ventilasi tak sesuai SOP hingga tidak adanya layanan psikologi yang memperburuk sistem imun.

”Makanya, saya juga mengusulkan disana ada dibikin cafe, karaoke keluarga biar pasien selama isolasi disana tetap bahagia menjaga sistem imunnya,” pungkasnya. (azm/gg)

  • Bagikan