RSSA Malang Prioritaskan Vaksin Corona untuk 900 Tenaga Medis - Tugujatim.id

RSSA Malang Prioritaskan Vaksin Corona untuk 900 Tenaga Medis

  • Bagikan
tes antigen dan rapid test, virus corona. vaksin corona, vaksin covid-19
Ilustrasi vaksin corona. (Foto: Pixabay)

MALANG – Pemerintah pusat segera mendistribusikan vaksin corona Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah melakukan pendataan terhadap penerima vaksin prioritas di Kota Malang.

Untuk gelombang pertama, vaksin diprioritaskan untuk tenaga medis sebagai gugus terdepan penanganan COVID-19.

Jubir Satgas COVID-19 Kota Malang, Husnul Muarif, menuturkan pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan sesuai instruksi pemerintah pusat.

Baca Juga: Prekuel Game of Thrones Akan Rilis Tahun 2022, Fokus ke Cerita Keluarga Targaryen

”Pendataan masih berlangsung. Kami masih belum ada laporan soal jumlahnya. Karena kan tenaga medis ini meliputi di Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik hingga di tempat praktik-praktik mandiri,” terangnya, Sabtu (31/10/2020).

Sementara itu, terkait pendataan ini, juga sedang dilakukan pihak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).
Kasubbag Humas RSSA Malang, Dony Iryan, mengatakan ada sekitar 900 tenaga medis di RSSA yang terdiri dari 300 orang dokter dan 600 orang perawat.

“Itu lini pertama yang diprioritaskan karena sehari-hari mereka kontak erat dengan pasien COVID-19,” terang dia, belum lama ini.

Meski begitu, kepastian penerimaan vaksin ini, kata dia, juga belum bisa dipastikan. Yang jelas, RSSA menjadi prioritas mengingat RS rujukan utama penanganan COVID-19.

“Kami juga masih menunggu kepastiannya. Saat ini, kami pendataan saja dulu, dari tim internal rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga: Jokowi Kecam Keras Presiden Prancis yang Menghina Agama Islam

Kendati begitu, semua karyawan di RSSA Malang sebenarnya juga rentan tertular virus Sars-Cov-2 ini. Jika ditotal, jumlahnya bisa mencapai 3 ribu orang karyawan yang terdiri dari dokter, perawat, hingga tenaga administrasi (back office).

“Kurang lebih segitu, ada sekitar 3 ribu karyawan. Tapi kami mengikuti pemerintah saja. Siapa yang lebih diprioritaskan menerima vaksin ini,” tandasnya. (azm/zya/gg)

  • Bagikan