Tugujatim.id – Saya Mulyono, mitra Tugu Media Group yang juga pensiunan PT Pegadaian, tengah melaksanakan program Umrah Plus. Berikut catatan perjalanan saya yang ke-11. Hari Jumat selalu menjadi momen istimewa di Masjid Nabawi, Madinah. Namun, pada Jumat 25 Juli 2025, suasana menjadi sangat berbeda.
Sejak pagi, ribuan jamaah sudah memadati setiap sudut Masjid Nabawi. Karpet hijau dan marmer putih yang biasa terlihat luas kini tertutup rapat oleh barisan jamaah yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Baca Juga: Petra: Di Antara Keheningan Batu dan Bisikan Sejarah Para Nabi (4)
Menjelang azan, area dalam Masjid Nabawi sudah penuh sesak. Jamaah yang terlambat tidak lagi mendapat tempat di dalam. Mereka pun berbondong-bondong menuju pelataran luar, hingga halaman Masjid Nabawi berubah menjadi lautan manusia.
Barisan saf meluas sampai ratusan meter, menutupi jalan-jalan di sekitar masjid, bahkan sebagian jamaah rela berjemur di bawah teriknya matahari Madinah demi menunaikan kewajiban salat Jumat.
Lantunan azan yang merdu dari menara Nabawi menggema, menambah kekhusyukan di tengah kepadatan yang luar biasa. Di antara jamaah terlihat berbagai warna pakaian dan wajah dari seluruh penjuru dunia, semua bersatu dalam satu tujuan: menghadap Allah SWT di masjid yang dimuliakan.

Khotbah Jumat disampaikan dengan penuh nasihat dan pengingat akan pentingnya iman, amal saleh, serta persaudaraan umat Islam. Ketika imam mengucapkan salam penutup, suasana hening seketika pecah menjadi gema doa yang mengguncang langit Madinah.
Hari itu, Masjid Nabawi kembali menjadi saksi betapa umat Islam dari seluruh dunia selalu merindukan momen berada di rumah Rasulullah ﷺ, walau harus berdesakan dan kepanasan di bawah teriknya matahari. (Bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Pengalaman Perjalanan Ditulis oleh Mulyono, Mitra Tugu Media Group, Pensiunan PT Pegadaian
Editor: Dwi Lindawati








