SD Muhammadiyah 8 Dau Jadi Percontohan Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Malang - Tugujatim.id

SD Muhammadiyah 8 Dau Jadi Percontohan Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Malang

  • Bagikan
Sekolah tatap muka yang dilakukan di SD Muhammadiyah 8 Dau, Kabupaten Malang, Senin (06/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Sekolah tatap muka yang dilakukan di SD Muhammadiyah 8 Dau, Kabupaten Malang, Senin (06/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Hari ini (06/09/2021) Kabupaten Malang melaksanakan uji coba sekolah tatap muka untuk kali pertama. Salah satu sekolah yang menjadi contoh adalah SD Muhammadiyah 8 Dau, Kabupaten Malang.

Kepala SD Muhammadiyah 8 Dau Siti Hamidah mengatakan, dalam pelaksanaan sekolah tatap muka hari ini berjalan lancar.

“Untuk sekolah tatap muka hari ini alhamdulillah berjalan lancar sesuai skenario tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes),” terangnya.

Siti juga mengungkapkan, skenario uji coba sekolah tatap muka ini, guru diwajibkan datang 30 menit lebih awal sebelum bel masuk.

“Untuk skenarionya mulai dari awal itu guru setengah jam lebih awal sudah sampai di sekolah untuk menyambut siswa dan mengarahkan ke jalan masuk yang sudah disediakan,” bebernya.

Kepala SD Muhammadiyah 8 Dau Siti Hamidah.(Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kepala SD Muhammadiyah 8 Dau Siti Hamidah.(Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Selain itu, wali murid juga tidak diperkenankan menunggu anaknya di depan gerbang atau di lingkungan sekolah.

“Tidak ada wali murid yang menjaga di sekolah, karena sudah kami infokan pengantaran dan penjemputan tepat waktu. Tujuannya untuk menghindari adanya kerumunan dari kalangan wali murid,” tegasnya.

Fasilitas-fasilitas untuk menunjang prokes juga disediakan oleh pihak sekolah untuk para murid dan guru.

“Di sekolah sudah disediakan thermo gun dan hand sanitizer untuk setiap siswa yang harus digantung di setiap tas. Di setiap kelas juga sudah disediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya. Selain itu, juga sudah siap penjaga jika siswa akan ke kamar mandi atau sebagainya,” ungkapnya.

Terakhir, Siti mengatakan, penerapan pembelajaran juga dimodifikasi agar sesuai prokes.

“Untuk pembelajaran, insyaa Allah tidak ada jeda istirahat, jadi anak-anak stand by di kelas bersama bapak/ibu guru. Selain itu, siswa bergiliran hanya satu sif dalam sehari, cuma satu kali pembelajaran. Itu juga bergiliran. Misalnya dalam satu hari ini hanya kelas ini sampai kelas atasnya, besoknya sudah jeda buat bergiliran dengan kelas yang lain,” ujarnya.

  • Bagikan