Sebelum Tewas Dibunuh, Nelayan di Kota Pasuruan Pernah Cekcok dengan Tetangga

Nelayan di Kota Pasuruan. (Foto: Dok Polres Pasuruan Kota/Tugu Jatim)
Satreskrim Polres Pasuruan Kota saat olah TKP pembunuhan nelayan di wilayah pelabuhan Kota Pasuruan, Minggu malam (14/08/2022). (Foto: Dok Polres Pasuruan Kota)

PASURUAN, Tugujatim.id – Teka-teki pembunuhan seorang nelayan di Kota Pasuruan yang tewas di area pelabuhan Jalan Letjen S Parman, Kecamatan Gadingrejo, Minggu malam (14/08/2022), masih menjadi misteri. Meski begitu, diduga sebelum korban Saki, 60, tewas dibunuh, nelayan asal Kecamatan Gadingrejo itu sempat terlibat cekcok dengan tetangganya.

Menurut Ketua RT 01, RW04, Kelurahan Gadingrejo, Usman mengaku mendapat kabar jika seminggu sebelum kejadian pembunuhan nelayan di Kota Pasuruan, korban terlibat perselisihan dengan tetangga di depan rumahnya.

“Katanya ibu-ibu, sempat ribut dengan tetangga di depan rumah. Saki nantang mau berkelahi, tapi dilerai,” ujar Usman saat ditemui pada Senin (15/08/2022).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki apakah ada keterkaitan antara cekcok tersebut dengan insiden kematian nelayan di Kota Pasuruan ini.

“Ada informasi jika ada permasalahan di tempat dia tinggal. Masih kami dalami kebenaran peristiwa tersebut apa terkait atau tidak,” ungkap Bima.

Sementara itu, hingga kini pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tewas.

“Sudah empat saksi yang kami periksa. Untuk motifnya masih didalami,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan ditemukan tewas dibunuh di area pelabuhan di Jalan Jendral S Parman, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Minggu malam (14/08/2022). Nelayan bernama Saki, 60, warga Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, ini tewas akibat dianiaya dengan senjata tajam.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti Pria Laksana mengungkapkan, korban ditemukan tewas sekitar pukul 20.30 WIB. Mulanya saksi Abdul Halim, 45, mendapat kabar dari ponakannya, Muhammad Idris, bahwa korban dikira mengalami kecelakaan.

Saat saksi mengecek di TKP, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan tubuh bersimbah darah. Lengan tangan kanannya luka hingga tembus ke belakang punggung. Dada kiri, punggung kiri, dan leher korban juga ditemukan bekas senjata tajam.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim