Sejarah Lahirnya FKKTPQ Sidoarjo hingga Deretan Prestasinya selama 20 Tahun Terakhir - Tugujatim.id

Sejarah Lahirnya FKKTPQ Sidoarjo hingga Deretan Prestasinya selama 20 Tahun Terakhir

  • Bagikan
Jajaran Pengurus dan Pembina Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Kabupaten Sidoarjo di Surabaya, Sabtu (29/05/2021). (Foto: Reni Novitasari/Tugu Jatim)
Jajaran Pengurus dan Pembina Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Reni Novitasari/Tugu Jatim)

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bermula dari semangat membangun generasi bangsa dan memberantas buta aksara Al-Qur’an di Kabupaten Sidoarjo, 20 tahun silam, para guru hingga kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Sidoarjo sepakat untuk membentuk perkumpulan bernama Forum Komunitas Kepala Taman Pendidikan Quran (FKKTPQ) Sidoarjo. Mereka paham, bahwa baik pada masa sebelumnya, masa saat itu, ataupun hingga masa mendatang, pendidikan agama merupakan fondasi untuk merawat kebaikan. Tak heran, sosok para pendidik di TPQ-TPQ yang tersebar di banyak daerah juga patut jadi perhatian.

FKKTPQ Sidoarjo lahir dengan landasan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Menurut Dr. H. A.W Evendi Anwar., M.Ag yang akrab disapa “Pak AW” seorang penyuluh agama Islam, menyebut jika Pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2003 merupakan semangat yang diusung FKKTPQ untuk memajukan pendidikan generasi penerus bangsa.

Bunyi Pasal 3 tersebut yakni: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan diri dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Sejarah FKKTPQ Sidoarjo

Adapun sejarah terbentuknya FKKPQ (Forum Komunitas Kepala Taman Pendidikan Quran) Kabupaten Sidoarjo ini telah dimulai sejak lama, hampir 20 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002. Melalui pertemuan yang dilakukan pada bulan Maret 2002 terbentuk kepengurusan paguyuban pengelola TPQ dengan ketua Ust. Ah. Zaini (almarhum).

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Ketua At-Tartil . H. Imam Syafii., ST., S.Pd.I., MM, yang akrab dipanggil Abah Syafi’I dan H. Imam, yang saat itu sebagai kepala TPQ Asy-Syafiiyyah Candi. Di mana saat itu Abah Syafi’i sudah melahirkan banyak Pembina yang ada di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Pada tahun 2002 itu Drs H Arwani, M.Od.I, M.HI, yang saat itu bertugas di Kecamatan Tarik juga mendirikan FKKTPQ di Kecamatan Tarik. Kehadiran FKKTPQ tersebut dapat terwujud dengan pembinaan yang baik, hingga Pak AW menjalin sinergi dengan penyuluh Agama Islam yang lain.

Dengan lokasi di Kecamatan Jabon, didirikan oleh Drs. Djupri, di Kecamatan Krembung oleh H. Ainul Yakin, S.Ag, di Kecamatan Tulangan dan Kecamatan Buduran didirikan oleh H. Nur Fatihin, S.Ag, di Kecamatan Tanggulangin didirikan oleh Drs. H. Abubakar Ahmad, bersama Pak AW, di Kecamatan Balongbendo didirikan oleh H. Rahmad Nasrudin, LC., M.Ag. Pak AW juga mendirikan di Kecamatan Porong dan Waru.

Perjalanan pembentukan organisasi FKKTPQ terus berlanjut, hingga pada tahun 2004, terpilihnya “H. Imam Syafi’i., S.Pd.I., MM” sebagai Ketua Pertama Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan Al-Quran (FKKTPQ) Kabupaten Sidoarjo (tgl 26 Desember 2004), H. Imam juga dapat dikatakan sebagai salah satu perintis dari FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo.

Karena H. Imam saat itu merupakan Ketua Biro TPQ/Diniyah LP. Ma’arif NU Cabang Sidoarjo, sekaligus ketua Pusat BMQ At-Tartil dengan kantor sekretariat di Dsn. Somban Lor RT 01 RW 03 Desa Kebonsari Candi Sidoarjo. dan telah memiliki tempat pelatihan-pelatihan bagi guru Al Qur’an (PGPQ) khususnya yang memakai model At tatil dari 18 wilayah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Deretan Prestasi untuk Membangun Negeri

Moh. Saifulloh SPd Ketua FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo dengan masa jabatan 2020-2025. (Foto: Reni Novitasari/Tugu Jatim)
Moh. Saifulloh SPd Ketua FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo dengan masa jabatan 2020-2025. (Foto: Reni Novitasari/Tugu Jatim)

Dengan semangat dan fondasi awal yang dibangun dalam menghidupi organisasi adalah demi memberantas buta aksara Al-Qur’an, banyak pula prestasi-prestasi yang dilahirkan dari FKKTPQ. Hal ini tak mengherankan, mengingat para perintis dan pendiri dari FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo adalah tokoh masyarakat yang berpengaruh dan disegani di Sidoarjo.

Salah satu prestasi ini, pada tahun 2004 dilaksanakan Festival dan Gebyar Kreatifitas Santri, yang dalam pembukaan di dahului acara Dzikir dan Doa Untuk Keselamatan Bangsa yang dihadiri lebih dari 40.000 Santri beserta Ustadznya. Saat Festival dilaksanakan sudah terbentuk kepengurusan FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo dan di 18 kecamatan seluruhnya. Dengan terbentuknya forum tersebut terwujudlah sinergi pembinaan TPQ di 18 KUA se Kabupaten.

Waktu berjalan hingga di tahun 2020, terpilih Moh. Saifulloh SPd sebagai ketua FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo dengan masa jabatan 2020-2025, terpilihnya Moh. Saifulloh tidak dilalui dengan proses yang sederhana

“Ya namanya organisasi, terlebih umurnya juga tidak muda, kita sudah jalani, selalu ada permasalahan dan dinamika kecil yang kita lalui di organisasi, tapi itu juga yang semakin menguatkan FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo” tutur Moh. Saiful.

FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo makin berkembang, hingga jumlah TPQ di Kabupaten Sidoarjo tercatat sejumlah 1.200 lebih.

“Data terakhir kami, mencatat ada 1200-an TPQ di Sidoarjo dan tersebar di semua, tepatnya 18 Kecamatan di Sidoarjo. Guru-guru TPQ juga saat ini berjumlah 7000-an orang. Alhamdulillah banyak Qori’ dan Qori’ah yang terlahir dari guru-guru TPQ yang terampil dan tentunya bagian dari FKKTPQ,” imbuhnya.

Moh. Saifulloh dalam masa jabatannya sebagai ketua ini, menaruh harap mengenai berjalannya FKKTPQ pada masa mendatang agar lebih baik, salah satunya karena pandemi Covid-19 juga sedikit banyak mempengaruhi organisasi, TPQ dan Guru-guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo.

“Supaya kami yang memperoleh amanah untuk mengembangkan Pendidikan Taman Al-Quran (TPQ, red) di Kabupaten Sidoarjo, dapat menjalankannya dengan baik sebagaimana tahun-tahun terdahulu” terangnya pada Tugu Jatim, Sabtu (29/05/2021).

“Harapannya tidak ada apa-apa lagi, kecuali, mudah-mudahan suasana ini bisa kondusif seperti tahun-tahun sebelumnya (agar masyarakat dan guru-guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo dapat mengajar dengan tenang serta nyaman, red),” jelasnya.

Harapkan Suasana Belajar di TPQ Terus Berjalan Tenang

Di sisi lain, Ketua Pembina FKKTPQ Sidoarjo Dr A. W. Evendi Anwar Mag yang akrab disapa Abah Wahid, juga menaruh harapan untuk kebaikan bersama. Agar cuaca proses belajar mengajar dalam TPQ dapat berjalan dengan sehat, tenang dan nyaman seperti sebelumnya.

Abah Wahid juga mengingatkan kembali terkait visi-misi dari FKKTPQ sebagai wadah untuk mengatasi, mengurangi dan menyelamatkan warga yang buta aksara Al-Qur’an supaya dapat mengaji.

“Pertama, kembali ke khittah berdirinya FKKTPQ, yaitu menyamakan visi-misi tentang harapan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di masyarakat. Kedua, sebagai tempat untuk melaksanakan semua metode belajar Al-Quran tanpa kecuali,” terangnya.

“Sehingga bisa ngopeni semua metode, bisa mengembangkan materi bareng-bareng, menjalankan standar TPQ yang berkualitas. Ketiga, ketika terjadi masalah, jika berselisih atau ada masalah, kembalilah kepada Allah dan Rasul, bukan pada nafsu dan emosi,” imbuhnya.

Tidak ketinggalan, Perintis FKKTPQ Sidoarjo, H. Imam Syafii, juga menaruh perhatian atas peristiwa yang terjadi belakangan ini, berpesan bahwa mendirikan TPQ perlu diawali dengat niat untuk ikhtiar mendapatkan barokah dari Al-Quran.

“Untuk teman-teman lembaga, orang yang ngopeni Al-Qur’an itu terutama yang di FKKTPQ ini, sabiqun bil-khairat, atau berlomba-lomba dalam menjalankan kebaikan di masyarakat (memiliki perilaku menenangkan dan menentramkan, bukan sebaliknya, red),” tukasnya.

“Karena jangan sampai lembaga menjadi alat. Ingat, dalam rangka ini, terserah mau pilih yang mana, tapi yang jelas, yang kita lakukan saat ini adalah untuk mengajarkan mengenai Al-Quran (kebaikan untuk masyarakat, red),” pungkasnya.

  • Bagikan