Tugujatim.id – Dunia teknologi pada 30 Januari 2007 silam sempat menyaksikan salah satu momen paling ambisius dalam sejarah komputasi personal, yakni peluncuran Windows Vista untuk pengguna global.
Sekira lebih dari 5 tahun pengembangan sejak Windows XP meluncur —penantian terlama di antara versi Windows kala itu— Microsoft akhirnya merilis sistem operasi Vista yang menjanjikan perubahan visual dan keamanan tingkat tinggi.
Baca Juga: Microsoft Elevate Teacher Convening 2025: Gali Peluang dan Tantangan AI Masa Depan
Peluncuran ini bukan hanya sekadar agenda pembaruan rutin. Microsoft bahkan menggelar acara megah di berbagai belahan dunia, mulai dari Times Square di New York hingga London, untuk memperkenalkan antarmuka Windows Vista yang transparan dan elegan.
Bila dibandingkan dengan pendahulunya yakni Windows XP, Vista tampak menyuguhkan beragam peningkatan substansial.
“Keamanan yang lebih kuat, aplikasi bawaan yang lebih baik, peningkatan jaringan, kontrol orang tua, dan dukungan grafis DirectX 10,” tulis laman Gtro.com.
Fitur-Fitur Baru Vista Lebih Cepat
Vista hadir dengan fitur-fitur baru seperti Windows Search yang lebih cepat, Windows Sidebar dengan gadget-nya, dan User Account Control (UAC) yang dirancang untuk membentengi sistem dari perangkat lunak berbahaya.
Meski demikian, Windows Vista lama-lama dicap sebagai produk gagal. Hal ini tidak lepas dari ulasan yang terbit di berbagai sumber, salah satunya laman ZDNET. Laman tersebut khusus menerbitkan artikel alasan mengapa Vista layak disebut sebagai program gagal.
Pertama, iklan dari Apple. Hal ini tidak lepas dari kampanye Apple yang masif terhadap produknya yakni Mac.
“Iklan cerdas dari Apple dengan tagline “I’m a Mac” berhasil menanamkan persepsi bahwa Windows Vista penuh bug, membosankan, serta sulit digunakan. Setelah lama dihujani kritik tanpa ampun oleh Apple, Microsoft baru merespons dengan kampanye “I’m a PC” untuk membela kehormatan Windows,” tulis laman tersebut.
Baca Juga: 25 Shortcurt Penting di Microsoft Word Permudah Pekerjaan, Kamu Sudah Tahu?
Kedua, Windows XP sudah terlalu populer daripada Vista. Pada 2001, saat Windows XP dirilis, terdapat sekira 600 juta komputer digunakan di seluruh dunia. Lebih dari 80% di antara jumlah tersebut menggunakan Windows, namun terbagi menjadi dua basis kode, Windows 95/98 (65%) dan Windows NT/2000 (26%).
Salah satu tujuan besar Windows XP adalah untuk menyatukan basis kode Windows 9x dan Windows NT. Jumlah ini sulit diatasi oleh program yang baru menetas termasuk Vista sendiri, terutama oleh instansi besar yang memusatkan IT mereka pada aplikasi dan implementasi untuk Windows XP.
Ketiga, Vista terlalu lambat. Laman ZDNET mengklaim bahwa masih banyak perangkat lunak dan perangkat keras yang tidak kompatibel dengan Vista saat pertama kali dirilis pada Januari 2007. Kondisi ini membuat banyak divisi IT dari berbagai instansi atau pengguna global malas menggunakan Vista.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








