Sekolah Calon Perwira AD Beberkan Kesuksesan Gelar Pendidikan Tatap Muka di Era Pandemi

  • Bagikan
Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat, Mayjen TNI Ferry Zein saat mengisi materi dalam program Fellowship Jurnalisme Pendidikan, Senin (5/7/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat, Mayjen TNI Ferry Zein saat mengisi materi dalam program Fellowship Jurnalisme Pendidikan, Senin (5/7/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pihak Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) membeberkan kesuksesan dalam menjalankan pendidikan tetap muka meski di era pandemi tanpa khawatir terpapar virus Covid-19.

Hal itu dijelaskan Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat, Mayjen TNI Ferry Zein dalam pemaparan virtual Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch 2 yang digagas oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan PT Paragon Technology and Innovation. Yakni pemaparan materi yang mengusung tema ‘Kisah Sukses Penyelenggaraan Pendidikan Calon perwira TNI AD di Tengah Kecamuk Perang Semesta Melawan Covid-19’ pada Senin (05/07/2021).

Mayjen TNI Ferry Zein menyampaikan jika Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat di Jawa Tengah awalnya pernah menjadi klaster pada Januari 2021 hingga Maret 2021 dengan total 80 taruna yang terpapar Covid-19.

Lalu dengan penanganan yang tepat dan penerapan protokol kesehatan secara maksimal. Pada April 2021 sampai hari ini belum ada lagi taruna yang terpapar virus ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini sekolah umum bisa menerapkan pendidikan tatap muka. Meski ia mengakui jika itu tidak akan mudah dilaksanakan saat Pandemi Covid-19 masih berkecamuk.

“Memang sekolah umum dan sekolah militer itu berbeda, jadi tentunya penyelenggara sekolah di luar itu akan lebih sulit mengawasi atau melaksanakan proses belajar mengajar di era Covid-19. Karena memang virus ini semakin canggih dan kecepatan mutasinya semakin tinggi,” bebernya.

“Sehingga resiko tertular lebih besar di sekolah umum apabila dilaksanakan secara tatap muka,” sambungnya.

Namun, ia mengatakan bahwa kita tidak bisa menunggu hal-hal yang tidak pasti. Dan sudah waktunya untuk berdamai dengan Covid-19.

“Bukan berarti mustahil untuk dilaksanakan pembelajaran tatap muka, pemerintah juga mengatakan bahwa kita harus berdamai atau hidup berdampingan dengan COVID-19. Katena kita menunda sesuatu yang tidak pasti atau sampai kapan akan berakhirnya. Sehingga sekolah harus tetap berjalan,” pungkasnya.

  • Bagikan