Sekolah Islam di Malang Dapat Wawasan Bela Negara dari Hipakad Jatim

Sekolah Islam di Malang Dapat Wawasan Bela Negara dari Hipakad Jatim

  • Bagikan
HIpakad
Ketua Hipakad Jawa Timur, Priyo Efendi tengah memeragakan olahraga menembak di hadapan siswa Ar-Rohmah, Malang, Jawa Timur, Rabu (1/12/2021). (Foto: Azmy)

MALANG, Tugujatim.id – Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Jawa Timur sasar sekolah Islam di Malang untuk mendapat pembekalan wawasan kebangsaan. Kali ini, Hipakad menyambangi sekolah Islam SMA Ar-Rohmah Malang Jawa Timur, Rabu (1/12/2011).

Hipakad menyampaikan materi bela negara dan cinta tanah air pada 280 pelajar putra di sekolah tersebut dengan cara yang unik, yaitu melalui War Game Outbond. Jadi, para peserta (siswa) diperlihatkan cara olahraga menembak dengan senapan angin. Selain itu juga dikenalkan bahaya narkoba.

Priyo Effendi, Ketua Hipakad Jawa Timur, berharap lewat kegiatan ini generasi muda dapat terbentengi dari paham radikal yang merongrong bangsa. Karenanya, kesadaran bela negara harus ditanamkan sejak dini.

Hipakat,
Kepala Sekolah SMA Ar Rohmah, Fahmi Ahmad ikut memeragakan olahraga menembak di hadapan siswanya, Rabu (1/12/2021). (Foto: Azmy)

”Terlebih, ditengarai mereka juga mulai masuk ke sekolah-sekolah. Itu yang tidak kita ingin terjadi,” jelas Priyo usai pembekalan.

Priyo menambahkan saat ini wawasan cinta tanah air juga diperlukan selain kecerdasan, keterampilan dan kompetitif semata. Pasalnya, keutuhan wilayah Indonesia masih mempunyai potensi ancaman.

”Semua itu kami sisipkan dalan kegiatan olahraga menembak yang menarik. Sebagai bagian kecil dari strategi pertahanan negara jika nanti suatu saat negara membutuhkan,” paparnya.

Dia berharap ke depan generasi muda dapat memfilter diri dari informasi hoaks sehingga dapat ikut memperkuat keutuhan NKRI.

”Tentu itu juga jadi tugas kita untuk membentengi mereka sejak dalam karakternya,” harapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Sekolah SMA Ar Rohmah, Fahmi Ahmad bahwa pihaknya juga mempunyai kewajiban yang sama untuk mencetak generasi muda yang patriot. Jadi tidak hanya ikut membela agama, namun juga bangsa dan negara.

”Saya percaya puluhan tahun ke depan mereka akan jadi pemimpin. Sebab itu, perlu pembekalan wawasan kebangsaan sejak dini,” ungkapnya.

  • Bagikan