Selain untuk Wisata, Bendungan Bagong Trenggalek Dibangun untuk Pengairan di Sawah - Tugujatim.id

Selain untuk Wisata, Bendungan Bagong Trenggalek Dibangun untuk Pengairan di Sawah

  • Bagikan
Bupati Trenggalek M. Nur Arifin saat menghadiri peresmian musala Bendungan Bagong. (Foto: Zamz/Tugu Jatim)
Bupati Trenggalek M. Nur Arifin saat menghadiri peresmian musala Bendungan Bagong. (Foto: Zamz/Tugu Jatim)

TRENGGALEK, Tugujatim.id – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membangun Bendungan Bagong. Gus Ipin, sapaan akrabnya, mengatakan memiliki harapan besar jika pengairan pertanian di sawah tercukupi dan tidak ada lagi petani yang mengeluh terjadi kekeringan. Selain itu, ini juga sebagai daya tarik wisata bagi masyarakat yang datang ke Trenggalek.

Dalam sambutannya pada Rabu (05/05/2021), Gus Ipin mengingatkan kembali sejarah perjuangan Adipati Menak Sopal saat dulu membangun DAM Bagong untuk kesejahteraan masyarakat. Dia mengatakan, jadi ketika saat ini dalam tahap pembangunan Bendungan Bagong, yang dibutuhkan modal gotong royong masyarakat dan mindset pemikiran yang harus disertai kepentingan jangka panjang.

“Hari ini saya datang bersama Forkopimda Kabupaten Trenggalek untuk meresmikan Musala Assalam sebagai wujud kedamaian dalam pembangunan Bendungan Bagong. Saya berpesan terhadap BBWS Brantas untuk memfungsikan musala ini tidak hanya untuk karyawan, tapi ajaklah masyarakat berperan aktif salat berjamaah dan melakukan kegiatan kerohanian,” tandasnya.

Gus Ipin juga menambahkan, dalam pembangunan Bendungan Bagong ini akan mencapai target penyelesaian pada 2024. Dia mengatakan, semoga pembangunan ini cepat selesai dan mencapai target sehingga tidak ada yang terbengkalai.

“Semoga pembangunan progam prioritas Pak Presiden Joko Widodo ini bisa cepat selesai sesuai target,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Brantas Muhammad Rizal mengatakan, pembangunan Bendungan Bagong yang sempat terseok-seok selama dua tahun dalam pembebasan lahan bisa segera terealisasi semua dan gotong royong masyarakat yang sangat diharapkan.

“Kami mengharapkan gotong royong dari masyarakat sekitar, pembebasan 57 petak tersebut menjadi kunci utama dalam pembuatan terowongan pengalihan aliran air,” ujarnya.

  • Bagikan