Serba Daring, Kenali Zoom Fatigue dan Cara Mengatasinya

Serba Daring, Kenali Zoom Fatigue dan Cara Mengatasinya

  • Bagikan
Ilustrasi aktivitas konferensi video yang bisa menyebabkan sindrom Zoom Fatigue/tugu malang
Ilustrasi aktivitas konferensi video yang bisa menyebabkan sindrom Zoom Fatigue. (Foto: Unplash)

Tugujatim.id – Tak terasa pandemi telah mengubah banyak sekali cara kita menjalani hidup, salah satunya terbatasnya bertatap muka dengan orang lain secara langsung. Hal ini membuat aplikasi video konferensi dijadikan pilihan untuk menunjang interaksi tatap muka. Sayangnya, cara ini memunculkan sindrom baru yaitu Zoom Fatigue.

Pada April 2021, tim peneliti dari Stanford University dan University of Gothenburg mempublikasikan hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa ada efek dari aktivitas virtual yang banyak dilakukan, salah satunya yaitu fenomena “Zoom Fatigue”.

Zoom Fatigue merupakan kelelahan fisik maupun mental akibat terlalu banyak melakukan pertemuan virtual melalui aplikasi konferensi video. Dinamakan Zoom Fatigue bukan berarti hanya berlaku untuk platform Zoom saja, tetapi juga untuk semua platform sejenisnya. Penggunaan kata Zoom diambil dari platform yang paling sering digunakan untuk pertemuan secara virtual yaitu aplikasi Zoom.

Zoom Fatigue muncul karena pada saat mengikuti aktivitas virtual, pandangan mata, pendengaran, serta pikiran seseorang harus tertuju pada layar monitor secara berkepanjangan dan menuntut perhatian penuh. Bahkan Eric Yuan yang merupakan pendiri Zoom pada awal Mei 2021 juga mengaku mengalami Zoom Fatigue akibat banyaknya rapat daring yang dilakukan.

Meski terkesan praktis, tetapi terlalu sering melakukan konferensi video bisa menimbulkan kelelahan akut Untuk itu, perlu ada usaha untuk mengatasi Zoom Fatigue ini. Bagaimana caranya? Yuk simak ulasan berikut.

1. Buat Jadwal untuk Kebutuhan Pokok Secara Teratur

Kadangkala karena terlalu fokus didepan layar monitor, kita sering melewatkan jadwal makan sehingga akan berpengaruh pada kesehatan. Untuk menghindari hal itu sebaiknya atur jadwal makan dan minum atau bila diperlukan pasang alarm sebagai pengingat dan selalu sedia minum saat melakukan virtual meeting.

2. Atur Posisi yang Nyaman

Sebagian besar aktivitas virtual dilakukan dalam posisi duduk dan tanpa disadari aktivitas itu dilakukan cukup lama. Untuk itu, mengatur posisi yang nyaman sangat diperlukan agar terhindar dari kelelahan, pegal-pegal, dan masalah tulang lainnya.

3. Hindari Multitasking

Memang benar, dengan multitasking kita dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam periode waktu yang lebih singkat. Tak jarang kita juga merasa bisa menghemat banyak waktu. Namun selain memiliki manfaat, multitasking berdampak negatif, khususnya bagi kesehatan mental dan juga pada kinerja kita. Jadi sebaiknya hindari multitasking terlebih saat melakukan virtual meeting.

4. Istirahat Sejenak dan Lakukan Gerakan Olahraga Ringan

Istirahat sejenak dengan olahraga ringan seperti menggerak-gerakkan tangan, berjalan, dan lari-lari di tempat sangat dianjurkan untuk tetap menjaga aliran darah lancar dan mengurangi kelelahan fisik akibat terlalu lama melakukan aktivitas virtual.

5. Matikan Video Zoom (offcam) Secara Berkala

Selain untuk menjaga kesehatan mata kita, mematikan video (offcam) saat virtual meeting ternyata juga membantu mengurangi jejak karbon, air, dan tanah dari aktivitas online. Dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Resources, Conservation and Recycling peneliti memperkirakan bahwa satu jam konferensi video atau streaming video bisa menghasilkan antara 150 hingga 1.000 gram karbon dioksida dan membutuhkan hingga 12 liter air. Mereka menghitung bahwa dengan mematikan kamera selama rapat virtual akan ada pengurangan 96 persen pada jejak karbon dan air.

Ternyata aktivitas virtual ini justru lebih melelahkan daripada biasanya ya. Pasti banyak nih di antara kalian yang dikelilingi fenomena Zoom Fatigue.

  • Bagikan