SIM Malang Presisi, Pemohon SIM Kini Bisa Ujian Teori Cukup dari Rumah

  • Bagikan
apolres Malang, AKBP Hendri Umar saat melaunching SIM Malang Presisi pada Rabu (03/03/2021) di Satpas Singosari, Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)
apolres Malang, AKBP Hendri Umar saat melaunching SIM Malang Presisi pada Rabu (03/03/2021) di Satpas Singosari, Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Satlantas Polres Malang kembali membuat inovasi untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Malang. Kali ini, Satlantas Polres Malang melaunching aplikasi SIM Malang Presisi.

“Hari ini kita launching inovasi terbaru dari Satlantas Polres Malang yaitu SIM Presisi yang merupakan inovasi lanjutan dari inovasi-inovasi dari Polres Malang seperti SIMsalabim, SIM Drive Thru, SIManis dan coaching klinik yang merupakan pelatihan cuma-cuma bagi pemohon SIM yang belum dinyatakan lulus,” terang Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat melaunching SIM Malang Presisi pada Rabu (03/03/2021) di Satpas Singosari.

“Dan hari ini kita kembangkan lagi berupa aplikasi SIM Presisi di mana ini adalah program prioritas Kapolri tentang peningkatan kualitas pelayanan publik,” sambungnya.

Hendri menjelaskan dengan aplikasi ini bisa memperpendek waktu birokasi para pemohon SIM.

“Jadi, kita mempersingkat birokrasi yang ada selama pengurusan SIM. Khusus untuk pengerjaan ujian teori yang biasanya pemohon SIM harus hadir di Satpas, kini kita buatkan aplikasinya sehingga bisa dikerjakan di rumah atau kantor,” ungkapnya.

Kapolres Malang kelahiran Solok, Sumatera Barat ini mengatakan jika ada setidaknya 3.000 bank soal yang disediakan.

“Dalam aplikasi ini kita sudah menempatkan 2.000 bank soal, kemudian nanti secara acak akan muncul 30 soal. Setelah mengerjakan, akan diinfokan apakah yang bersangkutan lulus atau tidak,” bebernya.

Setelah melakukan ujian teori, para pemohon SIM yang dinyatakan lulus bisa datang ke Satpas untuk melaksanakan ujian praktik.

“Kemudian akan disuruh mengisi aplikasi lagi yang digunakan untuk mendapatkan nomor antrian ujian praktek saja. Sehingga masyarakat yang datang ke Satpas ini hanya untuk ujian praktik saja,” jelasnya.

“Setelah itu tinggal foto, Insyaallah dalam kurun waktu kurang dari 30 menit semua bisa selesai dan SIM bisa diterima masyarakat Kabupaten Malang,” lanjutnya.

Hendri menjelaskan jika ini adalah inovasi pertama yang dilaksanakan setelah suksesi Kapolri yang baru. Ia menargetkan sehari ada 30 pemohon SIM di Kabupaten Malang.

“Kita targetkan 30 pemohon dalam sehari, sedangkan kalau situasi biasa mungkin cuma 20 pemohon karena prosesnya lama,” pungkasnya. (rap/gg)

  • Bagikan