Simak 25 Kata Bijak dari Gus Baha untuk Tetap Maknai Hidup dengan Penuh Syukur

  • Bagikan
Kata bijak Gus Baha
Daftar 25 kata bijak dari Gus Baha. (Illustrator: Dicky/Tugu Jatim)

Namanya banyak dikenal di kalangan mana saja dengan pembawaannya yang sederhana namun penuh dengan kebijaksanaan. Kiai dengan nama asli Ahmad Bahauddin Nursalim ini lebih akrab disapa Gus Baha dan diingat sebagai sosok ulama muda yang cemerlang.

Kajian dakwahnya yang menyenangkan dan mudah diterima khususnya oleh kalangan anak muda ini sering kali muncul di sosial media. Gus Baha sejak kecil sudah mendapat ilmu dan hafalan Al-Quran dari ayahnya sendiri yaitu KH. Nursalim Al-Hafidz. Maka tidak heran apabila Gus Baha menjadi ahli tafsir Al-Quran.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Stadion Gelora Bung Tomo Siap Sambut Piala Dunia U-20, Renovasi Rampung Desember

Wejangannya yang menenangkan juga membuat deretan kata-kata bijak yang disampaikan oleh beliau menjadi kutipan andalan anak muda atau yang disebut kaum Milenial. Lalu apa saja kata-kata bijak dari Gus Baha? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Jangan pernah putus asa saat merasa dalam kesulitan, sebab Allah menyertakan kemudahan setelah kesulitan.
  2. Terkadang, mungkin Allah membuat hamba-Nya merasa kecewa, namun percayalah Ia hanya ingin engkau kembali berharap hanya kepada-Nya.
  3. Harapan dan keinginan ini seharusnya sejalan. Ya sejalan dengan betapa besar usaha yang kamu lakukan dalam mewujudkannya.
  4. Saat kamu merasa tidak ada orang yang berada di pihakmu, tenanglah karena Allah selalu bersamamu.
  5. Kebodohan itu merusak, tetapi merasa dirinya paling pintar lebih merusak.
  6. Sebesar apapun dosa seseorang, tidak ada yang berhak menghalangi rasa cinta hamba pada Tuhannya, meski cara yang digunakan untuk menunjukkan rasa cinta itu terasa aneh di mata kita.
  7. Sanad ilmu itu penting! Karena teks itu terbatas ruang dan waktu. Sekarang ini banyak aliran yang memahami hanya lewat teks. Ini bahaya, karena yang bisa menerjemahkan teks itu ahwal. Ahwal itu perilaku atau karakter. Nah itulah Sanad. Makannya ada pepatah: Man ta’allama wabila syaikhin fasyaikhuhu syaithan. Barang siapa belajar tanpa guru, maka gurunya adalah setan.
  8. Kalau malaikat datang dan memberitahu saya bahwa kelak saya akan masuk neraka selamanya, apakah saya akan berhenti menyembah Tuhan? Tidak. Saya akan terus menyembah Tuhan.
  9. Untuk memperbaiki manusia itu butuh proses, tidak bisa langsung dihabisi. Jika tugas kenabian hanya untuk menghabisi keburukan, tentu bermitra dengan Izrail jauh lebih efektif ketimbang bermitra dengan Jibril.
  10. Di akhirat, kenangan yang paling indah di dunia adalah, seberapa sering kita sujud kepada Allah SWT.
  11. Salah satu kebiasaan buruk manusia ialah suka membawa-bawa nama Allah untuk kepentingan dirinya, seolah-olah apa yang ada dipikirannya selalu sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah.
  12. Kita harus curiga dengan otak dan pikiran kita.
  13. Cinta mungkin terkadang membuatmu rapuh, tetapi berterima kasihlah kepadanya, karena cinta darinya bisa membuatmu lebih kuat dari sebelumnya.
  14. Jangan membenci orang yang sedang kafir saat ini, bisa saja suatu saat orang tersebutlah yang mensyafaati kamu. Tirulah Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang berdoa kepada Allah SWT untuk Sayyidina Umar Bin Khatab yang saat itu sedang kafir.
  15. Allah tidak pernah ingkar pada hamba-Nya, meski sekecil biji Zarrah pun janji Allah selalu ditepati.
  16. Untuk menjadi yang terbaik. Kamu harus mempunyai mimpi yang besar serta semangat untuk mewujudkannya.
  17. Sering kali kita mengabaikan hal-hal kecil, padahal dari sanalah sesuatu yang besar lahir dan tumbuh.
  18. Saat kamu merasa tidak ada orang yang berada dipihakmu, tenanglah karena Allah selalu bersamamu.
  19. Allah akan mengganti semua luka yang pernah engkau rasakan dengan kebahagiaan yang tak pernah terduga.
  20. Sebuah langkah kecil merupakan sebuah awal yang begitu panjang.
  21. Barang siapa belajar tanpa guru, maka gurunya adalah setan.
  22. Seberapa besar pengorbanan yang ia lakukan, maka dari situlah kita akan tahu betapa besar cintanya kepadamu.
  23. Yang abadi adalah yang kita sedekahkan.
  24. Cinta ialah sebuah pupuk yang dapat menyuburkan segala rasa tandus pada hati.
  25. Cinta adalah sebuah perhatian kecil yang selalu hadir setiap saat.

Baca Juga: Akses Jembatan Glendeng Masih Putus, Pengusaha Keluhkan Biaya Operasional

Satu hal menurut penulis yang membuat kata bijak Gus Baha menjadi idola bagi khususnya kaum muda bahwa beliau menyampaikan hal-hal sesuai kondisi anak muda. Beliau menyebut terkait persoalan kekhawatiran dan kegundahan yang sering kali menimpa anak muda. Disinilah kata-kata bijak dari Gus Baha yang selalu menuturkan untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam kondisi apapun itu. (Andita Eka W/gg)

 

Referensi: dari berbagai sumber

  • Bagikan