• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi virus/Pixabay

Ilustrasi virus/Pixabay

Soal Kasus Pembekuan Darah, Gubes Unair: Tunggu WHO karena Vaksin AstraZeneca dan Sinovac Itu Beda Platform!

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Beberapa waktu lalu Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menunda pelaksanaan vaksinasi dari vaksin AstraZeneca karena menunggu keputusan resmi dari World Health Organization (WHO) mengenai efek samping yang terkandung dalam vaksin tersebut.

Seperti dalam catatan media massa, sampai 8 Maret 2021 ditemukan 15 kasus DVT (pembekuan darah di vena dalam) pada sekian negara di Eropa, 22 kejadian emboli paru pada penerima vaksin AstraZeneca di Inggris dan negara Uni Eropa. Sehingga pada 15 Maret 2021, sejumlah negara Eropa menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca sembari menunggu proses penyelidikan yang berjalan.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Menanggapi hal tersebut, guru besar (gubes) Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr C.A. Nidom menyampaikan perbedaan antara vaksin sinovac dan vaksin AstraZeneca. Dia menerangkan bahwa perbedaan itu terletak dalam bentuk platform vaksin.

“Beda antara kedua vaksin terletak pada platform-nya. Kalau sinovac itu vaksin dengan isi virus Covid-19 yang telah diinaktivasi, sedangkan AstraZeneca berisi mRNA yang setelah disuntikkan akan menghasilkan protein Spike dari virus Covid-19,” terang Prof Nidom pada Tugu Jatim, Selasa sore (16/03/2021).

Selain itu, Prof Nidom juga menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca sendiri saat ini sudah sampai di Indonesia atas bantuan WHO. Sebanyak 1,1 juta vaksin AstraZeneca sudah tiba di Indonesia pada 8 Maret 2021. Pemerintah pun memperoleh jatah vaksin itu melalui jalur COVAX.

COVAX sendiri merupakan kerja sama multilateral yang ingin memastikan bahwa semua orang di dunia dapat memperoleh vaksin Covid-19. Untuk efikasi vaksin AstraZeneca, Prof Nidom menerangkan sekitar 80-90 persen.

“AstraZeneca sekarang sudah di Indonesia karena bantuan WHO. Sedangkan efikasi (pembentukan imun dan antibodi tubuh, red) vaksin AstraZeneca itu sekitar 80-90 persen,” tuturnya.

Menanggapi isu dan kasus pembekuan darah pasca pemakaian vaksin AstraZeneca, Prof Nidom menyampaikan analisisnya bahwa kejadian itu disebabkan atas protein liar yang tidak sesuai dengan desain.

“Tentang isu pembekuan darah, meskipun belum ada publikasi resmi, itu mungkin saja terjadi. Hal itu kemungkinan disebabkan mRNA dari vaksin AstraZeneca menghasilkan protein ‘liar’, tidak sesuai dengan yang didesain,” jelasnya.

Adanya protein baru yang diinjeksikan itu, Prof Nidom menjelaskan, berpengaruh memunculkan semacam “immune thromboplastine” yang kemudian mengakibatkan pembekuan darah.

“Jadi, protein baru ini berpengaruh terhadap munculnya ‘immune thromboplastine’ sehingga terbentuk platelet-platelet yang akan menjadi trombosis (pembeku darah, red). Kelainan ini diduga berkaitan dengan ‘autoimmune’ serta ‘carrier autoimmune’,” tegasnya.

Prof Nidom juga menegaskan bahwa seluruh vaksin yang didistribusikan merupakan bentuk uji coba yang masih belum final. Mengenai sertifikasi vaksin AstraZeneca, Prof Nidom menimpali bahwa belum memperoleh sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan reputasi keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Vaksin apa saja adalah satu dari sekian banyak upaya untuk mengatasi pandemi Covid-19, belum ada satu pun vaksin yang menunjukkan hasilnya karena semua bersifat coba-coba (dalam uji coba, red). Untuk sertifikasi halal belum pernah dengar, demikian juga untuk izin BPOM-nya,” ujarnya.

Untuk diketahui, dilansir dari siaran resmi BPOM RI pada 9 Maret 2021, vaksin AstraZeneca didaftarkan ke BPOM melalui 2 jalur. Pertama, jalur bilateral yang didaftarkan PT Astra Zeneca Indonesia. Kedua, jalur multilateral melalui mekanisme COVAX Facility yang didaftarkan oleh PT Bio Farma. (Rangga Aji/ln)

Tags: Berita vaksin AstraZenecaBPOMMUIVaksin AstraZenecavaksin COVID-19Vaksin sinovacvaksinasi COVID-19
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Pohon waru di daerah Mergan, Kota Malang, menimpa atap bengkel warga karena hujan deras dan angin kencang. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Menelan 1 Korban, Pohon Setinggi 15 Meter di Jembatan Mergan Malang Tumbang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID