PASURUAN, Tugujatim.id – Sopir truk tabrak lari pelajar SMK Pasuruan berdalih takut diamuk massa. YD (58), sopir truk penabrak siswa SMK PGRI 1 Kota Pasuruan ditangkap setelah sempat melarikan diri usai kejadian.
YD merupakan warga Desa Panapali, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) diamankan ketika berada dalam bus di Besuki, Kabupaten Situbondo, Rabu (30/4) malam.
Sementara truk Hino yang dikemudikan pelaku bernopol EA-8892-SB ditemukan di area parkir truk Tanjungwangi, Kabupaten Banyuwangi. Truk dalam kondisi plat nomor sudah dilepas.
Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yulian Putra Prasviawan menyatakan, penangkapan pelaku merupakan hasil analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Dari analisis CCTV, terlihat jelas nomor polisi kendaraan. Dari situ kami temukan identitas kendaraan tersebut yang diketahui milik salah satu perusahaan di Nusa Tenggara Barat,” ujar Yulian saat pers rilis, Sabtu (3/5).

Setelah diketahui identitas kendaraan, polisi memperkirakan kendaraan hendak ke NTB melewati pelabuhan Giliketapang, Banyuwangi.
“Kami segera berkoordinasi dengan PJR dan Satlantas Polres Banyuwangi. Walhasil, pelaku dan truk yang digunakan berhasil diamankan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pelajar SMK Pasuruan Tewas Saat Menyeberang Depan Gerbang Sekolah
Yulian menyebut pelaku melarikan diri karena takut dihajar massa di lokasi kejadian.” Alasannya dia melarikan diri karena takut dimassa,” jelasnya.
Saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasuruan Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kecelakaan maut merenggut nyawa Mohammad Hilmi, pelajar siswa kelas 10 SMK PGRI 1 terjadi pada Rabu (30/4) pagi. Pelajar asal Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan ini ditabrak dan dilindas truk saat hendak menyebrang ke area sekolah. Korban meninggal dunia di tkp, sementara pengemudi truk kabur melarikan diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Laoh Mahfud
Editor: Darmadi Sasongko








