JEMBER, Tugujatim.id – Menjadi salah satu wilayah dengan prevalensi kasus stunting tertinggi di Jawa Timur, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga (DP3AKB) Kabupaten Jember memiliki strategi komprehensif untuk menekan tingginya stunting.
Kepala DP3AKB Jember M. Jamil menekankan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan. Dia menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten yang berkomitmen penuh memperbaiki kondisi.
Pendekatan yang diterapkan mencakup inovasi terdepan, kolaborasi lintas sektor, dan metodologi berbasis data empiris. Meski demikian, Jamil mengakui ada berbagai hambatan signifikan yang harus diatasi.
Baca Juga: Tak Hanya Penuhi Nutrisi, Jember Lawan Stunting Dengan Cegah Nikah Dini
Tim khusus tersebut tengah merancang dan menjalankan strategi konkret untuk mentransformasi kondisi eksisting dengan menempatkan kesejahteraan anak dan keluarga sebagai prioritas utama pembangunan.
Hal ini dituangkan dalam Rencana Aksi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Jember periode 2025-2029, dengan konsentrasi pada 30 Desa Lokus Prioritas.
Pemerintah Kabupaten Jember saat ini sedang menyelesaikan dokumen Rencana Aksi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (RA-PPS) yang mengkonsentrasikan intervensi pada 30 desa dengan prioritas tinggi.
Jamil menjelaskan, strategi mengatasi kasus stunting ini mengintegrasikan intervensi spesifik seperti monitoring nutrisi untuk ibu hamil dan balita, penyediaan makanan tambahan (PMT), program imunisasi, dan berbagai layanan kesehatan dasar lainnya.
Pemkab Beri Perhatian Khusus pada Calon Pengantin
Program ini juga mencakup intervensi sensitif berupa penguatan pola asuh melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), edukasi kesehatan dan nutrisi dalam Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS), sinergi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dengan PIK R dan Forum Anak, plus persiapan program Rumah Data Kependudukan.
“Kami juga mengoptimalkan layanan rujukan melalui Poli Stunting/Tumbuh Kembang di RSD dr. Soebandi,” ungkap Jamil.
Fasilitas khusus tersebut memiliki desain untuk menangani balita dengan gangguan pertumbuhan termasuk stunting melalui pendekatan klinis holistik. Jamil menegaskan, penanganan kasus stunting tidak dapat dimulai hanya setelah kelahiran bayi.
Karena itu, Pemkab Jember memberikan perhatian khusus pada pendampingan calon pengantin sebagai bentuk intervensi dini. Berbagai metode inovatif disiapkan untuk menciptakan perubahan signifikan. Salah satunya melalui memaksimalkan penggunaan aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) dari BKKBN.
Calon pengantin diarahkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan pra-nikah, mendapat edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi calon ibu, serta memperoleh intervensi dini apabila terdeteksi faktor risiko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








