TUBAN, Tugujatim.id – Polres Tuban mencatat kasus penganiayaan sebagai jenis kriminalitas tertinggi di wilayahnya sepanjang 2024. Dari total 387 kasus kriminalitas, penganiayaan mendominasi dengan 64 kasus, mayoritas melibatkan anak-anak. Fenomena ini menunjukkan peningkatan keprihatinan terhadap keamanan generasi muda.
Kapolres Tuban AKBP Oskar Syamsuddin dalam konferensi pers akhir tahun 2024, Selasa siang (31/12/2024), mengungkapkan, tren ini menjadi perhatian serius.
“Kami bekerja sama dengan dinas pendidikan dan pihak sekolah untuk mengatasi persoalan ini. Orang tua dan masyarakat juga perlu aktif mengedukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” ujar Oskar.
Baca Juga: Waspada! Narkotika hingga Curanmor Dominasi Kasus Kriminalitas di Jember Sepanjang 2024
Berdasarkan data Polres Tuban, tahun 2023 mencatat 402 kasus kriminalitas dengan 299 kasus yang berhasil diselesaikan. Sementara itu, tahun 2024 menunjukkan penurunan jumlah kasus menjadi 387, tetapi tingkat penyelesaian meningkat menjadi 310 kasus.
Meski secara umum angka kriminalitas menurun, pola jenis kejahatan bergeser. Pada 2023 didominasi kasus penipuan sebanyak 60 perkara, sedangkan tahun 2024 kasus penganiayaan mengambil alih posisi teratas.
Kapolres juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam lingkaran kejahatan. Pengawasan terhadap perilaku anak, baik di lingkungan sosial maupun media sosial, menjadi langkah preventif yang sangat diperlukan.
“Orang tua harus lebih aktif memantau aktivitas anak-anak, terutama di media sosial atau kegiatan lain yang berpotensi negatif,” imbuhnya.
Mantan Kapolres Batu ini juga mengimbau tokoh masyarakat untuk turut serta menjaga kondusivitas lingkungan demi menciptakan generasi muda yang jauh dari tindak kriminalitas.
Polres Tuban bersama dinas pendidikan terus menggencarkan sosialisasi di sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang dampak buruk tindakan kriminal. Langkah ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai positif serta menciptakan kesadaran hukum sejak dini.
Baca Juga: Tangis Bayi Dikira Suara Musang, Petani Jember Temukan Bayi Laki-Laki di Semak Irigasi
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap angka kriminalitas khususnya yang melibatkan anak-anak dapat ditekan. Generasi muda harus kami lindungi agar tumbuh menjadi individu yang bermanfaat,” pungkas Oskar.
Dengan komitmen bersama antara pihak kepolisian, pendidikan, dan masyarakat, diharapkan kasus penganiayaan yang mendominasi pada 2024 dapat diminimalkan di masa mendatang. Keamanan anak-anak sebagai generasi penerus menjadi prioritas untuk menciptakan Tuban yang lebih aman dan kondusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








