MOJOKERTO, Tugujatim.id – Rona sedih mendalam terlihat dari wajah Istiqomah. Wanita berusia 38 tahun tersebut tidak bisa menyembunyikan kesedihannya kala bercerita soal anaknya yakni MY. Saat tangisnya mulai sedikit reda, Istiqomah bercerita soal anaknya, MY yang masih kelas VII di SMPN 7 Kota Mojokerto yang menjadi korban tragedi maut outing class di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (28/01/2025).
Istiqomah menuturkan, MY dikenal tidak hanya rajin salat lima waktu, salat Tahajud pun tidak luput dikerjakan. Maka, kehilangan MY bagi Istiqomah, tidak bisa diganti dengan hal apa pun. Kendati dia dan suaminya berusaha ikhlas melepas kepergian putra tercintanya.
Baca Juga: Pemprov Jatim Evaluasi Outing Class, Buntut Tragedi Siswa SMP di Mojokerto
MY merupakan putra kedua dari pasangan suami istri (pasutri) Yosef dan Istiqomah. Sosok MY bagi pasutri tersebut begitu diidamkan bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi kedua orang tua dan masyarakat kala dewasa kelak.
Masih dari penuturan Istiqomah, MY adalah anak yang pintar, tidak pernah ketinggalan prestasi dan peringkat di sekolah.
“Anaknya rajin. Di sekolah maupun salat, salat Tahajud istiqomah tidak pernah ketinggalan,” ungkap Istiqomah sambil sesekali mengusap air mata saat ditemui di rumahnya, Jumat (31/01/2025).
Baca Juga: Dua Mantan Pejabat BUMD PT RSM Jadi Tersangka Korupsi, Negara Rugi Rp2,6 Miliar
Dari pantauan, terlihat kediaman Istiqomah penuh dengan karangan bunga dan ucapan belasungkawa dari berbagai pihak. Beberapa orang juga terlihat masih berdatangan untuk memberikan dukungan moral kepada Istiqomah dan keluarganya.
Meski begitu, Istiqomah dan suaminya masih menaruh harapan atas kronologi lengkap bagaimana buah hatinya bisa luput dari pengawasan pihak sekolah hingga putranya menghembuskan napas terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








