Tape Ketan Pelangi ala Wisata Khayangan Api, Kuliner Unik Khas Bojonegoro - Tugujatim.id

Tape Ketan Pelangi ala Wisata Khayangan Api, Kuliner Unik Khas Bojonegoro

  • Bagikan
Efi Hiftiyanti saat sedang berjualan tape ketan pelangi yang dibungkus daun ploso. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Efi Hiftiyanti saat sedang berjualan tape ketan pelangi yang dibungkus daun ploso. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Khayangan Api merupakan salah satu wisata yang menjadi icon Bojonegoro. Di balik sejarahnya yang menjadi legenda turun temurun, tempat wisata yang berada di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, ini juga memiliki kuliner yang khas dan menjadi daya tarik masyarakat, namanya Tape Ketan Pelangi yang dibungkus daun ploso.

Tape ketan ini merupakan hasil fermentasi antara beras ketan dan yang dicampur ragi. Biasanya kudapan ini dibungkus menggunakan daun pisang. Namun, melalui tangan dingin Efi Hiftiyanti, tape ketan disajikan dengan tampilan yang terbilang cukup unik. Tape yang dibungkus daun ploso ini memiliki warna yang beragam, di antaranya tape ketan putih, warna merah dari daun suji, hijau dari daun pandan, dan tape ketan hitam, hingga tape ketan ungu.

“Produksi tape ketan ini awalnya turun temurun. Karena semakin banyak peminat, akhirnya mulailah berinovasi dalam penyajiannya supaya tampak lebih menarik,” ungkap asal Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, ini.

Untuk harganya, tape ketan dijual dengan hitungan satu ikatnya seharga Rp 10.000 yang berisi 10 bungkus tape pelangi.

Efi  sudah menjual Tape Ketan Pelangi hingga ke luar kota. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Efi sudah menjual Tape Ketan Pelangi hingga ke luar kota. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Setiap harinya Efi mampu memproduksi hingga 5 kilogram ketan, bahkan ketika ramai pemesanan bisa mencapai 10 kilogram. Seperti pada umumnya, proses produksi tape ketan terbilang cukup sederhana, tapi membutuhkan kesabaran ekstra karena harus menunggu beberapa hari untuk proses fermentasi.

“Setiap hari bisa 5 kilogram ketan, katakanlah satu kilogram bisa jadi 6 ikat tape pelangi,” kata perempuan berusia 25 tahun itu.

Selain mendirikan lapak di sekitar outlet Wisata Khayangan Api, perempuan yang telah menekuni pekerjaannya selama tiga tahun ini juga memasarkan melalui media sosial. Tak heran jika Efi juga telah merambah konsumen hingga ke luar kota.

“Saya fokuskan kuliner ini untuk oleh-oleh khas Bojonegoro karena lokasi di sini strategis untuk berjualan. Biasanya tiap tiga minggu sekali juga rutin mengirim ke luar kota,” tambah Efi.

Evi berharap, produksi oleh-oleh kuliner tradisional tape ketan miliknya ini bisa merambah pasar ke seluruh Indonesia.

“Saya berharap Tape Ketan Pelangi ini nantinya bisa dikenal di seluruh Indonesia sebagai kuliner khas Bojonegoro,” imbuhnya.

  • Bagikan