Terdampak Banjir Bandang, Siswa di Kediri Diliburkan dan Hanya Bersihkan Sekolah dari Lumpur - Tugujatim.id

Terdampak Banjir Bandang, Siswa di Kediri Diliburkan dan Hanya Bersihkan Sekolah dari Lumpur

  • Bagikan
Terdampak banjir bandang. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Para siswa tampak semangat membersihkan teras kelasnya di SDN Gambyok 1 Kediri. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Bencana banjir bandang yang berasal dari luapan sungai di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, mengakibatkan beberapa wilayah di Dusun Plosolanang, Desa Gambyok, terendam air bah hingga Jumat (21/01/2022), pukul 09.00. Akibat bencana itu masih menyisakan genangan air sedalam sekitar 40 cm. Selain itu, SDN Gambyok 1 tidak bisa melaksanakan proses pembelajaran karena terdampak banjir bandang. Bahkan, sejumlah siswa hanya membersihkan area sekolah dari sisa banjir.

Saat wartawan Tugujatim.id mendatangi SD tersebut, pagi itu sekitar pukul 07.30 tampak siswa datang ke sekolah sedang membersihkan lumpur akibat luapan sungai tersebut. Dengan menggunakan baju olahraga berwarna biru, mereka tampak bermain di genangan air yang berada di halaman sekolah.

Kepala SDN Gambyok 1 Ugik Puji Rahayu mengatakan, pembelajaran di sekolah tidak dapat dilaksanakan karena lokasi sekolah yang masih terdampak banjir bandang. Perempuan yang mengenakan baju merah muda itu turut terjun membersihkan teras sekolah dari lumpur.

Terdampak banjir bandang. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Kepala SDN Gambyok 1 Ugik Puji Rahayu bersama para guru turut membersihkan area sekolah. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, para siswa yang datang ke sekolah merupakan siswa kelas 3-6 hanya untuk membantu membersihkan sisa terdampak banjir bandang.

“Kalau yang masih kelas satu takutnya nanti sakit,” ungkapnya.

Terdampak banjir bandang. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Situasi halaman sekolah yang masih terendam air banjir bandang.(Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

Beruntung air hanya berada di halaman dan teras sekolah sehingga ruang kelas, berkas, dan dokumen sekolah tidak terkena banjir bandang. Jadi, untuk pembelajaran dalam kelas masih dapat dilakukan. Namun, dia lebih memilih meliburkan sebagian siswa dan memulangkan mereka setengah hari pukul 09.00 karena konsidi masih belum siap melakukan pembelajaran.

“Air tidak sampai masuk kelas, ini tadi hanya pelajaran olahraga yang tidak bisa dilaksanakan, mungkin besok pembelajaran sudah normal kembali,” ungkapnya.

  • Bagikan