JEMBER, Tugujatim.id – Tiga orang pesilat di Jember berhasil diamankan polisi ketika diduga hendak tawuran dengan membawa senjata tajam (sajam). Ketiga orang itu berhasil ditangkap pihak kepolisian pada Kamis (19/12/2024), sekitar pukul 00.10 WIB.
Kapolsek Patrang Iptu Suparman mengatakan, pihaknya mendapat laporan warga yang mencurigai aktivitas mencurigakan oleh sekelompok anak-anak muda yang membawa senjata tajam.
“Kami mendapat laporan adanya anak-anak membawa sajam dan siap tawuran,” ujar Suparman saat dikonfirmasi pada Jumat (20/12/2024).
Baca Juga: Pernak-pernik Wisuda XXI Unim Mojokerto: The Millenial Graduates dan Kolaborasi Dadakan 4Sekawan
Dari laporan tersebut, pihaknya bergegas membentuk tim gabungan yang terdiri dari Polsek Patrang dan Satsamapta Polres Jember untuk patroli rutin dan menuju tempat kejadian perkara (TKP). Setidaknya, tim gabungan mendapati enam anak yang berkumpul dan berhasil menangkap tiga anak, sedangkan tiga lainnya berhasil melarikan diri. Ketiga anak itu berinisial DB, MH, dan MD.
Ketiga anak itu langsung diamankan menuju Polsek Patrang untuk dimintai keterangan, namun karena mereka ketiga orang tersebut merupakan anggota salah satu perguruan silat, kasusnya pun dipindahkan ke Polres Jember.
“Untuk menghindari kedatangan anggota perguruan lainnya, kami langsung membawa mereka ke Polres Jember,” jelas Suparman.
Dari hasil interogasi, ketiga pesilat di Jember itu mengaku hendak melakukan aksi balas dendam usai mendapat informasi bahwa salah satu rekannya menjadi korban pengeroyokan di depan SDN Baratan.
“Ketiga pesilat itu mengaku hendak menuju lokasi sambil membawa sajam untuk aksi balas dendam,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Tuban Siapkan Strategi Stabilkan Harga Kebutuhan Bahan Pokok Jelang Nataru
Beruntung, aksi anarkis pesilat di Jember itu berhasil dicegah saat aparat keamanan datang tepat waktu. Suparman menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli guna mencegah gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Patrang.
Kendati demikian, Suparman mengaku bahwa patroli tidak bisa mencangkup seluruh wilayah di Kecamatan Patrang secara maksimal. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan segala aktivitas mencurigakan yang terjadi di sekitarnya.
“Kami membutuhkan dukungan masyarakat untuk menginformasikan potensi gangguan kamtibmas, khususnya di wilayah kami cukup luas sehingga memerlukan kerjasama dari semua pihak,” ujar Suparman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








