Tolak 50 Ribu Ton Sampah Plastik, River Warrior Indonesia Adakan Aksi di Konsulat Umum AS

  • Bagikan
River Warrior Indonesia melakukan aksi penolakan sampah plastik sebanyak 50 ribu ton setiap tahun yang diekspor oleh Amerika Serikat ke Indonesia, Kamis (25/03/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
River Warrior Indonesia melakukan aksi penolakan sampah plastik sebanyak 50 ribu ton setiap tahun yang diekspor oleh Amerika Serikat ke Indonesia, Kamis (25/03/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – River Warrior Indonesia mengadakan aksi untuk menuntut penolakan sampah plastik yang diekspor Amerika Serikat (United States) ke Indonesia sebanyak 50 ribu ton sampah setiap tahun.

Captain River Warrior Indonesia Thara Bening Sandrina menyampaikan bahwa Amerika Serikat yang terlihat sebagai negara maju, kaya, dan superpower, ternyata memiliki sifat jahat, curang, dan tidak bertanggung jawab.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Ada sebanyak 50 ribu ton sampah plastik Amerika Serikat diekspor atau dibuang ke Indonesia setiap tahun. Mereka tidak mau mengelola sampahnya sendiri. Mereka tidak mau rugi karena biaya proses daur ulang sampah yang mahal dan rumit,” tegas Thara menyuarakan orasi di Consulate General of the United States, Jalan Citra Rata Niaga Nomor 2 Surabaya, Kamis (25/03/2021).

Aksi River Warrior Indonesia soal sampah plastik dari Amerika Serikat. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Aksi River Warrior Indonesia soal sampah plastik dari Amerika Serikat. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Kecuali Amerika Serikat, Thara menjelaskan, 187 negara setuju membatasi perdagangan limbah plastik global dan berjanji untuk mengurangi serta memerangi dampak berbahaya dari polusi plastik di seluruh dunia. Namun, hanya Amerika Serikat satu-satunya negara yang menolak perjanjian.

“Sekitar 75 persen ikan kami teracuni oleh mikroplastik. Sumber air minum juga begitu. Sebagai anak bangsa Indonesia, kami tidak mau terus-menerus menghirup racun. Apalagi mengonsumsi racun yang dihasilkan dari limbah atau sampah plastik dari Amerika Serikat. Sudah waktunya tegakkan enviromental justice di Indonesia!” tuturnya.

River Warrior Indonesia ingin Amerika Serikat jalankan break free from plastic act!.(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
River Warrior Indonesia ingin Amerika Serikat jalankan break free from plastic act!.(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Thara mengabarkan bahwa Presiden Joe Biden berjanji bahwa Amerika Serikat akan bersedia menciptakan solusi pencemaran plastik global pada Kamis (25/03/2021) sembari mengenalkan program “break free from plastic act!”.

“Maka kami menuntut Amerika Serikat untuk menjalankan ‘break free from plastic act!‘, memperketat peraturan ekspor sampah plastik, serta membersihkan sampahnya yang telah bercecer di Indonesia,” tandasnya.

Di sisi lain, Co-Captain River Warrior Indonesia Aeshnina Azzahra menyampaikan surat terbuka dalam bahasa Inggris pada Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahwa krisis plastik merupakan masalah global dan Amerika Serikat menjadi penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia.

“Sampah plastik adalah persoalan global. Sedangkan Amerika Serikat merupakan penyumbang terbanyak sampah plastik di dunia! Amerika Serikat harus bergabung dalam Konvensi Basel untuk menghindari kekotoran dan menjaga pemakaian plastik yang tidak bisa didaur ulang!” ujar Aehsnina sambil berteriak dan mengepalkan tangan saat berorasi. (Rangga Aji/ln)

  • Bagikan