Tolak Kudeta, DPC Demokrat Kabupaten Malang Galang Dukungan 14 Kiai

  • Bagikan
DPC Demokrat Kabupaten Malang galang dukungan dari 14 kiai untuk tolak kudeta yang dilakukan oleh Moeldoko terhadap AHY. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)
DPC Demokrat Kabupaten Malang galang dukungan dari 14 kiai untuk tolak kudeta yang dilakukan oleh Moeldoko terhadap AHY. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kudeta terhadap Partai Demokrat kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dilakukan Moeldoko hasil KLB Deli Serdang membuat geger kader-kader partai berwarna biru ini. Pasalnya KLB tersebut menuai kontroversi di dalam tubuh partai.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Malang menegaskan penolakannya pada hasil KLB dan tegas mendukung kepemimpinan AHY.

“Mas AHY adalah pimpinan yang dilahirkan dari Munas Ke-5 yang sah dan legal, jadi kita sebagai organisasi parpol yang baik kita mengikuti yabg sudah dilaksanakan dengan baik,” terang Ketua DPC Partai Demokrat, Ghufron Marzuqi, saat melaksanakan Dia Bersama Partai Demokrat di Kantor DPC Partai Demokrat pada Munggu (21/03/2021).

Ia dengan tegas menolak dan tidak mengakui KLB tersebut. Bahkan, DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang tidak diundang dalam KLB tersebut.

“Kita menganggap yang di Medan itu tidak ada, dari Kabupaten Malang menganggap tidak ada KLB. Saat KLB, DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang tidak ada undangan sama sekali. Jangankan undangan, ditelepon saja tidak,” ujarnya.

Ghufron memastikan jika DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang akan tetap solid mendukung AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang sah.

“Insyaallah di Kabupaten Malang tidak akan terjadi dualisme, jadi tetap tegak lurus dengan AD/ART juga,” tegasnya.

Lebih lanjut, DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang melaksanakan doa bersama dengan mengundang 14 kiai di Kabupaten Malang agar polemik di tubuh partai ini selesai.

“Kebetulan di kepengurusan Partai Demokrat itu wakil ketuanya adalah seorang ulama sekaligus pencetus Hari Santri Nasional, Gus Thoriq Bin Ziyad. Sesuai dengan azas Partai Demokrat yaitu Nasionalis Religius yang didukung para ulama,” ucapnya.

“Bisa dilihat ulama-ulama di Kabupaten Malang yang hadir hari ini ada 14 dan masih banyak yang belum bisa hadir. Artinya ulama-ulama ini mendukung Partai Demokrat pimpinan Mas AHY,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Gus Thoriq Bin Ziyad mengatakan jika warna biru di Partai Demokrat adalah kunci untuk membesarkan partai ini.

“Kedepannya Partai Demokrat akan menjadi partai yang besar, salah satu pengaruh adalah warna. Bagaimanapun warna memiliki pengaruh secara psikologis akan mempengaruhi rakyat kita untuk memilih,” jelasnya.

“Karena biru itu lebih kuat, pada intinya dalam mengusir virus-virus itu yang paling kuat adalah sinar biru. Bahkan Jepang sudah membuat alat untuk membersihkan virus itu namanya X-Ray Sinar Biru,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia menilai jika badai di Partai Demokrat sudah berakhir, Demokrat akan menjadi partai yang kuat dan bermartabat.

“Jadi kedepannya, jika cuaca sudah cerah dan langit berwarna biru dan samudera sudah berwarna biru maka Insyaallah Demokrat akan semakin bermartabat dan kuat,” ujarnya.

Terakhir, ia mengungkapkan jika sebenarnya Partai Demokrat adalah partai pertama yang mendukung Hari Santri Nasional.

“Demokrat memang partai saya pada awalnya sebelum memperjuangkan hari santri, jadi hari santri saya perjuangkan di partai sebelah dan Alhamdulillah berhasil. Itupun mereka tidak pernah membuka sejarah bahwa hari santri dibentuk dan didukung pertama kali oleh Partai Demokrat dan bukan partai yang lain,” ungkapnya.

“Jadi, ini mungkin sejarah busa diluruskan maka segera diluruskan. Dan ulama-ulama tadi mendukung Demokrat adalah panggilan hati. Bagaimanapun umat muslim itu hatinya akan tergerak untuk mendukung orang-orang yang terzolimi,” pungkasnya. (rap/gg)

  • Bagikan