• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Direktur dan Pendiri Aren Energy Investment, Toronata Tambun saat mengisi kegiatan Fellowship Jurnalisme Pendidikan yang diinisiasi oleh GWPP dan didukung PT Paragon Technology and Innovation. (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Direktur dan Pendiri Aren Energy Investment, Toronata Tambun saat mengisi kegiatan Fellowship Jurnalisme Pendidikan yang diinisiasi oleh GWPP dan didukung PT Paragon Technology and Innovation. (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Toronata Tambun Bicarakan Salah Kaprah Pendidikan Entrepreneur di Indonesia

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Bisnis, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Indonesia memang sangat membutuhkan banyak enterpreneur muda untuk membuka banyak lapangan pekerjaan untuk rakyatnya. Oleh karena itu, banyak menjamur sekolah-sekolah kewirausahaan untuk mencapai mimpi tersebut.

Pemerintah juga kini sedang menggembar-gemborkan untuk banyak program untuk menciptakan pemuda-pemuda yang bisa menciptakan startup. Tujuannya tentu untuk mendulang kesuksesan seperti Gojek hingga Tokopedia.

You might also like

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM
Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM

Namun, Direktur dan Pendiri Aren Energy Investment, Toronata Tambun, mengatakan bahwa masih banyak salah kaprah dalam entrepreneur education di Indonesia.

“Spirit kewirausahaan itu agak menyesatkan, bukannya salah tapi mungkin kurang tepat, seolah-olah orang menjadi wirausaha ini kita perlu spiritnya. Dan itu adalah konsep yang perlu direvisi, menjadi enterpreneur tidak hanya bisa hanya bermodalkan semangat. Tapi juga diperlukan disiplin yang lebih daripada orang normal,” tegasnya saat membeberkan materi dalam Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch 2 yang digagas oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan didukung oleh PT Paragon Technology and Innovation beberapa waktu lalu.

Toronata Tambut juga menyebut ada 3 hal lagi yang perlu diperhatikan saat membicarakan pendidikan kewirausahaan di Indonesia.

“Pertama adalah orang-orang mengatakan kalau mencipta entrepreneur gampang, ada pejabat bilang kalau menciptakan entrepreneur cukup undang tukang bakso lalu kasih motivasi dan nanti murid-muridnya jadi entrepreneur saking gampangnya. Namun, itu adalah ciri-ciri krisis entrepreneur education,” ungkapnya.

“Padahal, tidak ada jalan pintas untuk menjadi enterpreneur, kesulitan yang luar biasa, dan kalaupun sukses belum tentu dikenal. Jadi saya kemarin melihat iklan di sebuah universitas yang mengatakan menjadi entrepreneur dapam 3 bulan, gak ada yang karbitan itu menjadi baik,” sambungnya.

Lebih lanjut, lulusan Harvard Business School ini mengatakan jika ciri yang kedua pendidikan kewirausahaan di Indonesia adalah mengajar menggunakan story telling.

“Modelnya mengundang orang sukses kemudian cerita, mengundang orang sukses lalu cerita,” kritiknya.

Keempat, Toronata Tambun iuga menyoroti ketidakmampuan negara ini atau pemangku kebijakan untuk membedakan UMK dengan Innovation Driven Enterprise.

“Prang Indonesia sering menyamakan Innovation Driven Enterprise dengan startup itu salah, orang Indonesia juga sering menyamakan Innovation Driven Enterprise dengan digital juga salah, orang Indonesia sering menyamakan digital dengan digitalisasi juga salah, orang Indonesia juga sering menyamakan Innovation Driven Enterprise dengan paltform juga salah. Rancangan undang-undang tentang kewirausahaan sampai saat ini belum keluar, masih di tempat suatu kementerian. Jadi, memang rancu mau ngomongin IDE atau yang lainnya,” pungkasnya.

 

Tags: bisnisentrepreneurFellowship Jurnalisme PendidikanGWPPMalangstartupwirausaha
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Next Post
Salah satu penjual ponsel di kawasan Pasar Besar Malang dan Malang Plaza yang berjualan di luar pusat perbelanjaan (mal) lantaran selama PPKM pusat perbelanjaan tutup atau terbuka hanya terbatas. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Imbas PPKM Darurat: Tukang Servis dan Penjual Ponsel di Malang Turun ke Jalan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID