Tradisi Dusdusan Digelar, Petugas Polsek Palang Tuban Imbau Warga Patuhi Prokes dan Bagi 300 Masker - Tugujatim.id

Tradisi Dusdusan Digelar, Petugas Polsek Palang Tuban Imbau Warga Patuhi Prokes dan Bagi 300 Masker

  • Bagikan
Kapolsek Palang AKP Simon Triyono tampak membagikan masker kepada warga saat melaksanakan tradisi dusdusan di pantai. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)
Kapolsek Palang AKP Simon Triyono tampak membagikan masker kepada warga saat melaksanakan tradisi dusdusan di pantai. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Masih soal melaksanakan tradisi dusdusan usai Lebaran ketupat, Polsek Palang, Kabupaten Tuban, pun mengawal kegiatan warga dengan mandi bersama di Pantai Gesikharjo, Kamis (20/05/2021). Mereka juga mengimbau warga selalu tetap melakukan protokol kesehatan (prokes) meski di tengah melaksanakan tradisi tahunan ini.

Kapolsek Palang AKP Simon Triyono bersama anggotanya sampai di lokasi kegiatan sejak 06.45 WIB. Dengan berseragam lengkap, mereka memantau warga yang datang secara bertahap ketika memadati kawasan pantai.

Begitu datang di pantai, warga langsung menceburkan diri bersama-sama dengan keyakinan bisa menolak bala dan menyembuhkan penyakit yang ada di dalam dirinya.

AKP Simon mengungkapkan, pihaknya memberikan imbauan dengan menggunakan pengeras suara karena luasnya area dan begitu banyaknya warga yang datang. Dia juga mengimbau kepada warga agar mengawasi buah hatinya supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Ingin mencegah persebaran Covid-19, petugas Polsek Palang membagikan 300 masker kepada warga. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)
Ingin mencegah persebaran Covid-19, petugas Polsek Palang membagikan 300 masker kepada warga. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

“Bagi yang tidak bisa berenang, mandinya jangan terlalu ke tengah. Berbahaya. Mari kita jaga sama-sama agar semua selamat,” katanya sambil mengimbau warga.

Selain mengimbau, petugas polsek juga memberikan masker kepada warga bagi yang tak membawa. Mereka sudah menyediakan 300-an masker.

“Ini kami juga membagikan masker untuk warga yang lupa tidak membawa,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga setempat melakukan tradisi tahunan yang digelar usia Lebaran ketupat atau tujuh hari setelah Lebaran Idul Fitri. Mereka secara bersama-sama datang ke tepian pantai untuk melaksanakan tradisi dusdusan atau mandi bersama.

Tradisi di Gesikharjo ini sudah dijalankan masyarakat lokal secara turun temurun. Belum diketahui kapan tradisi itu mulai dijalankan, yang jelas selalu mereka lakukan setiap setahun sekali.

 

 

  • Bagikan