JEMBER, Tugujatim.id – Ratusan warga berkumpul di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, untuk mengikuti ritual adat Sendang Pamojan yang telah diwariskan secara turun-temurun pada Selasa (19/05/2026).
Tradisi yang digelar di sekitar mata air yang diyakini keramat dan membawa keberkahan itu menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan kelestarian sumber kehidupan yang selama ini menopang kebutuhan warga sehari-hari.
Sejak pagi, masyarakat mulai memadati area Sendang Pamojan. Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama dan tokoh adat setempat. Sejumlah sesaji berupa hasil bumi, tumpeng, jajanan tradisional, hingga hasil pertanian dibawa warga menuju lokasi ritual.
Tradisi tersebut tidak hanya diikuti masyarakat setempat, tetapi juga dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat.
Baca Juga: Festival Egrang Tanoker Jember Kembali Digelar, Permainan Tradisional Jadi Media Pendidikan Karakter
Tampak hadir wakil DPRD Jember, perwakilan dinas kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata (disporabudpar), camat Sukorambi, unsur TNI-Polri, kepala desa, hingga komunitas budaya.
Di tengah prosesi, warga tampak larut dalam suasana penuh khusyuk. Mereka memanjatkan doa untuk keselamatan, kesehatan, ketenteraman, dan keberkahan rezeki bagi masyarakat Desa Klungkung maupun Kabupaten Jember secara umum.
Masyarakat setempat meyakini Sendang Pamojan bukan sekadar sumber mata air biasa. Aliran air yang terus mengalir dipercaya keramat karena menjadi simbol keberkahan yang menopang kehidupan sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga sektor pertanian warga.
Tradisi Sarat Nilai Spiritual sebagai Sarana Mempererat Kebersamaan
Selain sarat nilai spiritual, tradisi Sendang Pamojan juga dipandang sebagai sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Tradisi tahunan tersebut menjadi ruang berkumpul lintas generasi sekaligus media mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
Camat Sukorambi Musyaffa yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi seluruh pihak yang menjaga kelestarian tradisi tersebut.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak yang telah berinisiatif menghadirkan kegiatan luar biasa ini. Tradisi seperti Sendang Pamojan bukan hanya menjaga budaya leluhur, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan,” ujarnya pada Rabu (20/05/2026).
Menurut dia, tradisi lokal memiliki peran penting dalam membangun nilai sosial di tengah masyarakat, terutama budaya gotong royong dan rasa syukur terhadap alam.
Baca Juga: Tradisi Malem Songo, 358 Pasang Calon Pengantin Tuban Siap Nikah di Malam 29 Ramadhan
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember Agung Nugroho. Dia menilai tradisi Sendang Pamojan memiliki nilai penting, baik secara sosial, budaya, maupun pendidikan.
“Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan karena menjadi identitas budaya masyarakat Jember,” kata Agung.
Dia menambahkan, pelestarian budaya lokal juga berpotensi memperkuat sektor wisata budaya di Kabupaten Jember.
Melalui pelaksanaan tradisi tersebut, masyarakat berharap nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta warisan budaya leluhur tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








