Trilogi The Power of Silaturahim: Refleksi Pencapaian Sukses Berbasis Komunikasi - Tugujatim.id

Trilogi The Power of Silaturahim: Refleksi Pencapaian Sukses Berbasis Komunikasi

  • Bagikan
Buku Trilogi The Power of Silaturahim. (Foto: Dokumen)
Buku Trilogi The Power of Silaturahim. (Foto: Dokumen)

Tugujatim.id – Terpacu oleh sukses buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi, Dr Aqua Dwipayana langsung merespons positif lontaran ide Yarno Wiryo, salah satu sahabat lamanya. Masih dalam suasana Idul Fitri 1441 H, pada 27 Mei 2020, Yarno yang mantan copy editor (editor bahasa) Jawa Pos itu mengirim file portable document format (PDF) via Whatsapp (WA).

File tersebut berisi kumpulan berbagai tulisan Aqua di-share secara rutin via WA ke sekia 6.000-an anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan dalam rentang waktu medio April hingga awal Oktober 2020. Jumlahnya ada seratusan tulisan ringan. Lemparan bola dari Mas Yarno itu kemudian diumpan ke saya.

“Mas Nurcholis, tolong masukannya terkait dengan kemungkinan membukukan tulisan-tulisan saya dalam satu file yang dikumpulkan Mas Yarno itu ya. Kalau OK, tolong bantu mengedit dan mengemasnya ya,” kata Aqua.

Kolaborasi Masa Pandemi COVID-19 Melahirkan Buku Trilogi The Power of Silaturahim

Kumpulan tulisan ringan itu menyoroti beragam topik tentang pentingnya komunikasi dan penerapannya dalam aktivitas sehari-hari, baik saat berinteraksi di masyarakat, organisasi maupun kantor. Yarno mengkompilasi tulisan yang khusus menceritakan persahabatan Aqua dengan Ventje Suardana, pengusaha nasional yang juga direktur utama PT Duta Anggada Realty. File kompilasi dalam bentuk draf kasar itu juga menyajikan tulisan-tulisan tentang kiprah sosial kedua buah hati Aqua dari pernikahannya dengan Retno Setiasih. Mereka ialah Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero “Ero” Karamiveta Dwipayana.

Saya dan kemudian kemudian terlibat diskusi intensif. Kami bertukar pikiran tentang kemungkinan membukukan kumpulan tulisan itu. Seperti sebelumnya, saya antusias menyambut gagasan tersebut dan menyatakan siap membantu mewujudkannya. Saya katakan buku baru itu bisa dijadikan sebagai serial lanjutan The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi.

Kami kemudian sepakat mengemas kumpulan tulisan itu menjadi dua buku yang saling mengaitkan dan menguatkan. Kami pun akur menjadikan dua buku terbaru itu sebagai bagian dari Trilogi The Power of Silaturahim.

 

Tim Penyusun yang Solid

Untuk mewujudkan niat tersebut, atas mandat penuh dari Mas Aqua, saya kemudian membentuk tim penyusun. Saya menghubungi Fuad Ariyanto (Cak Fu), wartawan senior mantan wakil pemimpin redaksi harian Jawa Pos. Alhamdulillah, beliau bersedia ikut bergotong royong “mengeroyok” penyusunan dua buku itu sebagai editor naskah. Yarno tetap kami minta terlibat sebagai editor bahasa.

Untuk menangani desain dan tata letak, saya kontak desainer grafis kawakan sahabat saya Sudarwanto B Raharjo yang dikenal dengan sapaan Iwhan Gimbal. Timnya beranggotakan tiga orang, yakni ilustrator Yudis Susanto, layouter Surya Wihartanto, dan Habib Assalavi selaku penyelaras akhir.

Draf awal kami rombak. Gaya penulisan yang semula untuk disebarkan via jejaring WA juga disesuaikan dengan gaya penulisan untuk buku. Beberapa bagian naskah asli yang tidak perlu juga dihapus. Selain itu, untuk memperluas perspektif dan memperkaya isi, kami tambahkan testimoni para tokoh dan orang-orang dekat Aqua dan Alira-Ero. Itu melengkapi testimoni yang telah ada dan sudah dishare sebelumnya via WA sebagai tanggapan atas tulisan Aqua.

Setelah lebih dari enam bulan kami garap, akhirnya jadi juga dua buku yang tercetus dari ide sederhana itu. Yang satu kami beri judul: Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan). Adapun satu buku lainnya berjudul: Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama.

Belum Dicetak, Distributor Kejar Buku Trilogi The Power of Silaturahim

 

Berbasis Spirit Silaturahim

Buku Humanisme Silaturahim memuat kisah jalinan persahabatan dua anak manusia dari latar belakang yang jauh berbeda, baik suku, agama, ras, dan golongan atau strata sosial-ekonominya. Aqua seorang muslim dari suku Minangkabau yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, dari keluarga sederhana pasangan Syaifuddin-Asmi Samad. Ventje seorang Tionghoa Katholik kelahiran Surabaya, Jawa Timur, dari keluarga pengusaha pasangan Rudy Suardana-Susianawati Harlim.

Aqua sampai mengenyam pendidikan S3 hanya di tingkat lokal/nasional, sedangkan Ventje kuliah di Amerika Serikat. Terlepas dari banyak perbedaan di antara mereka, kedua tokoh yang dikisahkan dalam buku tersebut mampu menjalin persahabatan bahkan hingga tingkat seperti saudara kandung. Dan, persaudaraan itu bukan hanya antarmereka berdua melainkan juga keluarga besar kedua belah pihak.

Guru Besar dan Dekan ke-9 Fikom Unpad Prof Deddy Mulyana, MA, Ph.D membubuhkan kata pengantar yang sangat apik dan relevan di buku Humanisme Silaturahim. Selain itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo juga menyampaikan kata pengantar untuk buku setebal 237 halaman yang diterbitkan oleh Media Baca Mandiri ini.

Sementara itu, buku Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial berkisah tentang kiprah sosial kakak-beradik Alira-Ero Dwipayana. Di usia mereka yang cukup muda –masih kepala dua, Alira-Ero telah menorehkan prestasi yang menjadi idaman semua orangtua. Prestasi itu tidak hanya mereka ukir dalam kaitannya dengan capaian pendidikan atau lingkungan kampus. Di luar itu, yang tentu membuat kedua oangtua mereka bahagia dan sangat bersyukur ialah Alira-Ero telah menorehkan karya dalam kiprah mereka di bidang sosial-kemanusiaan.

Kepedulian sosial terhadap sesama itu dilakukan di tengah kesibukan kakak-beradik itu bersekolah di SMA Regina Pacis Bogor, Jawa Barat, dan sesudahnya. Saat Alira kemudian kuliah di Universitas Korea dan bekerja di perusahaan farmasi Daewoong di Korsel, dia terus melanjutkan kiprah sosialnya. Hal yang sama juga dilakukan Ero yang kini mahasiswa semester VII Fikom Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Kiprah mereka selengkapnya tersaji di buku setebal 293 yang dibubuhi kata pengantar oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo ini.

Kedua buku tersebut dan buku sebelumnya, yakni The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi memang layak dirangkaikan sebagai karya trilogi The Power of Silaturahim. Tulisan dan kisah-kisah yang termuat di dalamnya merefleksikan kisah sukses Dwipayana Senior-Junior yang ditopang oleh kekuatan silaturahim. (HABIS)

Nurcholis MA Basyari, Pemimpin Redaksi Tugu Jatim. (Foto: PWI)
Nurcholis MA Basyari, Pemimpin Redaksi Tugu Jatim.
  • Bagikan