MALANG, Tugujatim.id – Universitas Ma Chung kembali adakan Media Gathering untuk perkuat sinergi dengan media di Cafe Oura, Jumat malam (13/06/2025). Acara ini merupakan agenda tahunan yang mengundang seluruh media dari Malang Raya yang menjadi partner dari Universitas Ma Chung.
Menjelang dies natalies ke-18, Universitas Ma Chung mengajak media sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam perjalanannya untuk ikut dalam acara media gathering ini.
Baca Juga: Kuliah Wisata, Mahasiswa Sastra Inggris Ma Chung Belajar Kepemimpinan di Boon Pring Malang
Rektor Universitas Ma Chung Prof Dr Ir Stefanus Yufra M. Taneo MS MSc dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi peran media dalam perjalanan Universitas Ma Chung selama ini. Menurut dia, kolaborasi ini adalah kolaborasi yang kuat karena melibatkan unsur-unsur penting dalam masyarakat yang dia sebut sebagai kerja sama pentahelix.
“Kerja sama pentahelix merupakan kolaborasi yang kuat. Maka Universitas Ma Chung akan tetap mempertahankan konsep kerja sama ini,” ucapnya dalam sambutan.
Kegiatan ini diprakarsai oleh bagian Humas Universitas Ma Chung yang selalu diadakan setiap tahun. Kepala Bagian Humas Melany MMTr menjelaskan, acara ini bertujuan untuk menjaga hubungan dengan media-media ini sekaligus sebagai bentuk apresiasi.
“Nah, kami tidak bisa dipungkiri universitas butuh media. Jadi, kami sama-sama mau kerja sama dan ini adalah bentuk kerja sama dan juga satu penghargaan,” jelasnya.
Momen Apresiasi lewat Media Award
Tidak hanya mengundang media untuk sekadar berkumpul, dia mengatakan, Universitas Ma Chung juga menjadikan momen ini sebagai sarana apresiasi melalui penghargaan Media Award.
Untuk diketahui, Media Award merupakan suatu kompetisi antar media untuk membuat konten-konten berkualitas tentang Universitas Ma Chung. Nantinya akan ada proses penjurian dan ada hadiah bagi pemenangnya.
“Jadi, kompetisi itu dibuat supaya juga meningkatkan engagement media dengan Ma Chung. Kan kalau emang bisa menang lumayan juga penghargaannya,” tambahnya.
Dengan adanya media gathering ini, dia berharap semakin banyak media yang ikut menjadi bagian dari Universitas Ma Chung. Dengan semakin banyaknya media yang ikut memublikasikan, semakin banyak pula masyarakat yang mengenal universitas ini.
Menurut dia, masih banyak orang yang belum mengenal Universitas Ma Chung sekalipun masyarakat Malang sendiri. Hal ini menjadi perhatian utamanya untuk terus berkolaborasi dengan media-media di Malang Raya.
“Jadi, harapannya semakin banyak media yang kerja sama, tentunya publikasi Ma Chung akan semakin meningkat. Harapannya membuat Machung semakin dikenal oleh masyarakat, terutama di Malang Raya,” pungkas Melania.
Agenda malam ini juga diisi dengan penyampaian materi mengenai background, sejarah, hingga program-program unggulan di Ma Chung. Hal ini bertujuan untuk memperkuat value Ma Chung sebagai agen pencerdas bangsa.
Sementara itu, dosen Program Studi Manajemen Erica Adriana SE MM juga turut menyampaikan kabar baru mengenai Chinese Festival Universitas Ma Chung. Festival ini merupakan agenda tahunan yang mengangkat tema budaya Chinese Indonesia.

Sebelumnya, festival ini sudah pernah diselenggarakan selama beberapa tahun yang lalu dengan nama Festival Kampung Pecinan. Nantinya, akan ada banyak aktivitas yang diselenggarakan, seperti kuliner, lomba, hingga pertunjukan seni dan musik.
“Festival Kampung Pecinannya sendiri sudah cukup lama sih, sudah lebih dari 5 tahun. Tapi kalau yang di-rebranding baru menjadi ChiFest itu memang baru tahun ini,” ungkapnya.
Festival ini bertujuan untuk mempromosikan budaya Chinese Indonesia sebagai bagian dari budaya Indonesia itu sendiri. Mengingat adanya sejarah-sejarah yang kurang berkenan mengenai etnis Tionghoa, festival ingin membangun hubungan yang lebih baik antar bangsa Indonesia ke depannya.
“Dengan adanya ini, harapan kami bisa membangun persahabatan yang lebih baik untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Acara media gathering berakhir hangat dengan banyaknya hubungan baru yang terbentuk dan diperkuat antara Universitas Ma Chung dan media.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Azmi Azaria Fidaroini
Editor: Dwi Lindawati








