Vaksinasi Guru Belum Tercapai, Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Pasuruan Masih 50 Persen - Tugujatim.id

Vaksinasi Guru Belum Tercapai, Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Pasuruan Masih 50 Persen

  • Bagikan
Pembelajaran tatap muka. (Foto: Pemkab Pasuruan/Tugu Jatim)
Ilustrasi pelaksanaan PTM di Kabupaten Pasuruan masih dibatasi 50 persen. (Foto: Pemkab Pasuruan)

PASURUAN, Tugujatim.id – Meski sudah masuk PPKM level 1, tapi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Pasuruan masih terbatas sebesar 50 persen. Hal ini dikarenakan capaian vaksinasi guru di Kabupaten Pasuruan masih kurang. Berdasarkan peraturan SKB 4 Menteri, sekolah bisa melaksanakan PTM 100 persen apabila vaksinasi tahap 2 untuk guru dan tenaga pendidik sudah mencapai 80 persen.

Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron mengungkapkan, vaksinasi guru tahap pertama di Kabupaten Pasuruan hampir 100 persen. Namun untuk percepatan vaksinasi tahap duanya masih terus dikejar Pemkab Pasuruan.

“Yang pasti, asalkan vaksinasi guru sudah 80 persen, sudah bisa ikut PTM 100 persen. Kami mengacu aturan SKB 4 menteri,” ujar Gus Mujib saat dikonfirmasi Rabu (12/01/2022).

Sementara itu, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menyatakan, masih dibatasinya pembelajaran tatap muka dimanfaatkannya sebagai cara untuk mengantisipasi varian baru virus Omicron.

“Kami buat antisipasi agar tahu kondisi penyebaran Covid di masing-masing wilayah. Salah satu tolok ukurnya lewat satuan pendidikan. Makanya, walau Kabupaten Pasuruan sudah Level 1, tapi PTM-nya masih terbatas 50 persen,” ungkapnya.

Pemkab Pasuruan juga tengah mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah diberlakukan sejak 2021. Menurut Gus Irsyad, hingga saat ini belum ditemukan kasus penyebaran Covid saat kegiatan PTM berlangsung.

“Ini berkat upaya sekolah yang benar-benar menjaga protokol kesehatan dengan ketat sehingga belum ada temuan kasus Covid-19 dari klaster sekolah saat ini,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Ninuk Ida Suryani menambahkan, PTM 50 persen dibatasi dengan durasi 6 jam pelajaran per hari.

“Siswa datang ke sekolah bergantian. 50 persen siswa masuk sesi pertama, dan sisanya masuk sesi kedua,” ujarnya.

  • Bagikan