MADINAH, Tugujatim.id – Jurnalis dan CEO Tugu Media Group Irham Thoriq ikut rombongan umrah bersama Chatour Travel. Momen berada di Madinah jadi salah satu yang paling berharga dalam hidup bagi penulis.
Bagi saya. Barangkali juga untuk mayoritas umat Islam yang sedang berkunjung. Waktu bergerak lambat selama di Madinah. Hari-harinya penuh dengan aktivitas doa, salat, zikir, salawat, hingga pikiran-pikiran yang menjernihkan.
Jika Kota Makkah istimewa karena tempat melaksanakan haji dan umrah- tidak bisa di tempat lain, juga karena di tempat ini Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Untuk Madinah, tempat di mana berbaring jenazah Nabi Muhammad SAW.
Madinah juga kota di mana Islam dan dakwah Nabi Muhammad SAW mencapai kejayaannya. Dari Madinah, Islam tersebar ke seluruh dunia hingga saat ini.
Penduduk Madinah yakni kaum Ansor, adalah penyokong utama dakwah Nabi Muhammad SAW. Penduduknya suka cita menyambut Nabi Muhammad SAW ketika hijrah dari Makkah. Karena itu, dalam sebuah hadis, Madinah adalah kita yang dimuliakan setelah Kota Makkah.
“Selama umrah ini, hal yang paling berkesan dan ngangenin itu ya Madinah,” kata Rizqi Nurul Huda, salah satu jemaah umrah asal Indonesia.

Bagi penulis, aktivitas paling menyenangkan ketika di Madinah adalah mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW saat melintas di depan makam beliau. Dalam sehari, bisa 5 kali penulis melakukan aktivitas ini yakni bisa sebelum dan sesudah salat 5 waktu, atau di sela waktu senggang lainnya.
Bagi jemaah laki-laki, kita bisa menyampaikan salam hampir setiap saat selama 24 jam. Pintu tempat menyampaikan salam yang diberi nama Babus Salam, hanya tutup saat waktu salat saja. Selebihnya terbuka selalu.
Dari pintu Babus Salam, para jemaah jalan kaki pelan-pelan tanpa alas. Sambil menengadahkan tangan kanannya ke atas, mereka mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, sang rasul, manusia nomor 1 paling berpengaruh sepanjang zaman.

Saat mengucapkan salam, petugas keamanan biasanya meminta jemaah untuk jalan terus. Namun, kita tetap saja bisa sedikit berlama-lama, dengan sedikit tidak menghiraukan perintah keamanan untuk terus berjalan.
Selama mengucapkan salam, ada beberapa yang sambil berdoa, bahkan tidak jarang jemaah yang menengadahkan dua tangannya sambil menangis. Mungkin, karena kerinduan mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Selain mengucapkan salam, jemaah juga bisa mengucapkan salam kepada dua sahabat terdekat nabi yang juga dimakamkan di area tersebut yakni Sahabat Abu Bakar dan Umar.
Mengucapkan salam juga memiliki arti menziarahi rasul. Apalagi, dalam sebuah hadisnya, barang siapa yang berziarah kepada rasul saat beliau sudah wafat, sama seperti menziarahi beliau saat masih hidup.

Mengucapkan salam melalui Babus Salam ini, para jemaah hanya perlu jalan kaki totalnya sekitar 500-800 meter. Mengucapkan salam juga bisa menjadi alternatif bagi para perindu, yang rata-rata hanya bisa sekali saja berkunjung ke Raudhah selama di Madinah melalui aplikasi nusuk.
Raudhah adalah tempat istimewa yakni tempat ini disebut sebagai taman dari taman surga. Tempat ini adalah tempat antara makam nabi (dulu adalah rumah Nabi Muhammad SAW) dan mimbar Nabi Muhammad.
Jika Raudhah istimewa, mengucapkan salam dari pintu Babus Salam, juga tidak kalah istimewa. Semoga, yang membaca artikel ini bisa segera ke Madinah, berziarah kepada sang rasul. Aamiin.
Info: ini adalah catatan seri ke-13 dalam program ‘Catatan Umrah’ berkat kerja sama Tugu Media Group (tugumalang.id & tugujatim.id) dan Chatour Travel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Irham Thoriq
Editor: Dwi Lindawati








