SURABAYA, Tugujatim.id – Pemkot Surabaya memindahkan warga yang bertempat tinggal di bawah kolong Tol Dupak-Gresik, tepatnya di Kampung 1001 Malam ke Rusun Sumur Welut, Karang Pilang, Surabaya, Selasa (18/10/2022). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pembongkaran bangunan rumah yang di bawah kolong tol tersebut.
Berdasarkan pantauan Tugujatim.id di Kampung 1001 Malam, terlihat sejumlah petugas Satpol PP Surabaya membongkar bongkahan kayu sebagai tempat tinggal warga di kolong jembatan tersebut.
“Pemkot Surabaya dengan Provinsi (Jatim), ini kami lakukan untuk bisa mengurangi atau mengubah kehidupan yang ada Kampung 1001 Malam di bawah jembatan (kolong tol),” katanya saat ditemui di lokasi.
Sebanyak 16 kepala keluarga penghuni yang tinggal di sana, Eri menyebut, ada beberapa warga yang bukan KTP Surabaya. Pemkot menggandeng Pemprov Jatim untuk menyediakan rusun bagi warga non Surabaya tersebut.

“Di sini ada warga ber-KTP Surabaya dan non Surabaya. Setelah sowan ke Bu Gubernur memohon arahan ke beliau. Luar biasa, beliau juga membantu terkait warga non Surabaya ditempatkan di rusun yang disediakan pemprov,” ujarnya.
Secara bertahap, Pemkot Surabaya akan memindahkan mereka ke rusun mulai Rabu (19/10/2022), khusus yang tinggal di kolong tol itu. Kemudian dilanjutkan warga di Kampung 1001 malam.
“Kami mengubah pelan-pelan. Hari ini ada persiapan di bawah jembatan (kolong tol) 16 KK yang akan dipindah Rabu (19/10/2022) dulu. Setelah itu diteruskan yang ada di Kampung 1001 Malam,” jelasnya.
Tak sekadar dipindahkan ke rusun, Eri mengatakan, mereka akan diberikan pekerjaan melalui program padat karyanya. Jadi, kehidupan mereka lebih layak.
“Warga ini diberi pekerjaan sehingga kehidupannya berubah dan pendapatannya harus bisa Rp5 juta per bulan. Ini yang saya lakukan dulu sehingga kemiskinan di Surabaya semakin berkurang,” imbuhnya.
Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga memperhatikan sekolah anak-anak warga tinggal di bawah kolong tol tersebut dengan memindahkan sekolah terdekat dari rusun mereka.
“Dengan seperti ini akan memberikan penghidupan yang layak sehingga keluarga bisa tinggal lebih baik. Masak sih, rumah segini ditinggali sampai banyak cucu-cucunya begitu,” ujarnya.







