TUBAN, Tugujatim.id – Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram atau LPG melon di Kabupaten Tuban, Jatim, tidak hanya dirasakan warga dari luar wilayah. Bahkan, warga yang tinggal di sekitar pangkalan pun harus pulang dengan tangan kosong setelah berjam-jam mengantre.
Kondisi itu dialami Inawaroh, warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban. Sejak pagi, dia sudah datang ke pangkalan LPG melon yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Namun, upaya dia tetap tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Antrean Mengular sejak Pagi, Warga Tuban “Berebut” LPG 3 Kg di Pangkalan
Meski telah ikut mengantre cukup lama bersama puluhan warga lainnya, dia tidak mendapatkan jatah gas melon yang dibutuhkan untuk memasak.
“Saya sudah antre dari pagi, tapi tetap tidak kebagian,” ujarnya.
Padahal, sebagai warga yang tinggal di sekitar pangkalan, dia berharap memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan LPG subsidi. Namun kenyataannya, stok yang terbatas membuat banyak warga harus gigit jari.
Setelah tidak mendapatkan LPG melon, Inawaroh terpaksa kembali ke rumah tanpa membawa apa pun. Dia pun harus mencari cara lain untuk tetap bisa memasak kebutuhan sehari-hari.
“Terpaksa pulang, lanjut masak pakai kayu bakar,” tuturnya.
Pemilik Pangkalan Jual LGP Hanya 2 Jam Ludes
Sementara itu, pemilik pangkalan, Andi Mustami, menyampaikan, pihaknya menerima kiriman sebanyak 180 tabung LPG 3 kg. Namun, jumlah tersebut tidak mampu mencukupi tingginya permintaan warga.
“Dapat kiriman 180 tabung. Tidak sampai dua jam sudah habis,” jelasnya.
Dia mengaku, kondisi seperti ini sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir. Meski distribusi disebut berjalan rutin, dia mengatakan, lonjakan permintaan membuat stok cepat habis.
Menurut dia, kiriman LPG hampir datang setiap hari dan kondisi di sekitar pangkalan sebenarnya tergolong normal. Namun, tingginya kebutuhan masyarakat membuat antrean tetap tidak terhindarkan.
Dalam proses penjualan, pihak pangkalan tidak membatasi asal pembeli. Siapa pun yang datang tetap dilayani selama stok masih tersedia.
“Kami tidak membedakan pembeli dari mana. Tapi satu orang hanya boleh beli satu tabung,” terangnya.
Baca Juga: Distribusi Pertamina Lancar, Warga Tuban Justru Rebutan Gas LPG 3 Kg
Pembatasan tersebut dilakukan agar lebih banyak warga bisa mendapatkan LPG. Meski demikian, dia mengatakan, jumlah yang terbatas tetap membuat sebagian warga tidak kebagian.
Dia juga memperkirakan kiriman berikutnya akan kembali datang pada Senin (06/04/2026). Warga pun diharapkan bisa kembali mencoba mendapatkan LPG pada distribusi berikutnya.
Warga berharap ada solusi konkret dari pihak terkait agar distribusi LPG bisa lebih merata dan tidak lagi menimbulkan antrean panjang hingga warga harus pulang tanpa hasil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








