• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cacar monyet. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)

Penyakit cacar monyet yang mulai menyebar di puluhan negara sejak Mei 2022. (Foto: Pinterest)

Waspada Persebaran Kian Meluas! 47 Negara Terkonfirmasi Terserang Penyakit Cacar Monyet

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Kasus virus cacar monyet atau yang juga disebut monkeypox memang ditemukan di sejumlah negara di benua Eropa dan Amerika sejak awal Mei 2022. Di antaranya, di Spanyol, Inggris, Portugal, Amerika Serikat, dan Kanada. Kini penyakit itu tercatat ada sekitar 3.040 kasus yang telah teridentifikasi di 47 negara. Hal ini membuat kekhawatiran masyarakat dunia akan paparan penyakit ini yang kian meningkat.

Untuk diketahui, cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan infeksi monkeypox virus. Penularannya dapat terjadi melalui kontak dekat dengan orang, hewan, dan material yang terpapar virus tersebut. Penyakit ini bersifat self-limited disease yang gejalanya bertahan selama 2-4 minggu. Dilansir dari laman resmi WHO (World Health Organization), penyakit ini disebut dapat merujuk pada komplikasi-komplikasi penyakit lainnya.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Meski begitu, WHO menyatakan bahwa vaksin terbaru untuk mencegah virus cacar sudah mengandung proteksi pencegahan terhadap cacar monyet. Pada Mei 2022, penyakit yang kali pertama muncul di Kongo ini telah menyebar ke beberapa negara non-endemik seperti Britania Raya dan Irlandia Utara yang mengonfirmasi sebanyak 106 kasus.

Persentase dari kasus cacar monyet yang berujung fatal secara historis berkisar antara 0-11% pada populasi umum dan lebih tinggi di antara anak-anak. Dalam beberapa waktu terakhir, rasio kasus kematian tersebut adalah sekitar 3-6%. Karena itu, kasus ini memerlukan perhatian serius karena angka sebarannya dapat berubah-ubah dengan cepat.

Baca Juga:

Covid dan Hepatitis Akut Belum Usai, Waspada Kasus Cacar Monyet Menyebar di Eropa dan Amerika

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada 25 Juni 2022 menyatakan bahwa penyakit cacar monyet saat ini berkembang dan tengah dipantau.

“Ini jelas merupakan ancaman kesehatan yang berkembang yang dipantau oleh saya dan rekan-rekan di sekretariat WHO. Ini membutuhkan perhatian kolektif dan tindakan terkoordinasi untuk kami bisa menghentikan penyebaran virus Monkeypox,” terangnya.

Hingga saat ini, masih dilakukan studi lebih lanjut untuk memahami pola penyebaran dan sumber infeksi dari Monkeypox ini. Saat ini penyakit itu masih belum dikatakan darurat kesehatan internasional. Di Indonesia sendiri juga belum ada laporan mengenai ada kasus infeksi cacar tersebut.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita kasus virus cacar monyetCacar monyetCacar monyet di AmerikaCacar monyet di EropaKasus cacar monyetPenyakit cacar monyetPersebaran virus cacar monyetVirus cacar monyet
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Penemuan mayat. (Foto: Polsek Pakisaji/Tugu Jatim)

Penemuan Mayat Pria di Teras Warung Kopi Bikin Geger Warga Pakisaji Malang, Diduga Serangan Jantung

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID