• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cacar monyet. (Foto: Cynthia S. Goldsmith, Russell Regnery via AP/Tugu Jatim)

Partikel virus monkeypox atau cacar monyet yang telah menyebar di Eropa dan Amerika. (Foto: Cynthia S. Goldsmith, Russell Regnery via AP)

Covid dan Hepatitis Akut Belum Usai, Waspada Kasus Cacar Monyet Menyebar di Eropa dan Amerika

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Persebaran Covid-19 dan penyakit hepatitis akut belum tuntas, kini muncul kasus baru lagi. Ya, kasus virus cacar monyet atau yang juga disebut monkeypox ditemukan di sejumlah negara di benua Eropa dan Amerika. Di antaranya, Spanyol, Inggris, Portugal, Amerika Serikat, dan Kanada.

Penyakit ini umumnya diketahui berasal dari Afrika. Penyebaran virus hingga ke benua lain ini diduga merupakan akibat dari masyarakat bepergian ke negara-negara di benua tersebut. Apalagi, aturan pembatasan bepergian telah diringankan di beberapa negara dalam pandemi Covid-19 ini.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Melansir dari The Guardian, di Spanyol ada 23 orang yang menunjukkan gejala infeksi virus cacar monyet. Otoritas kesehatan di Spanyol juga telah mengeluarkan peringatan terhadap kemungkinan munculnya wabah monkeypox itu.

Menurut berbagai sumber, di Inggris sendiri kasus cacar monyet meningkat hingga dua kali lipat. Kasus pertama ditemukan pada 7 Mei 2022 dari seorang pasien yang sebelumnya bepergian ke Nigeria. Kini ada 20 kasus yang terkonfirmasi di negara tersebut.

Sedangkan di Portugal, dikonfirmasi terdapat 5 anak muda yang terpapar penyakit ini pada Rabu (18/05/2022). Selebihnya, ada 15 dugaan kasus yang sedang diselidiki di sekitar daerah Ibu Kota Portugal, Lisbon.

Untuk penyebaran di benua Amerika, 2 kasus cacar monyet ditemukan di Kanada di Kota Quebec dan di Amerika Serikat terdapat pria yang terkena virus ini setelah bepergian ke Kanada sebagaimana dinyatakan oleh otoritas kesehatan Massachusetts.

Sebagai informasi, melansir dari WHO, cacar monyet adalah penyakit virus zoonosis (virus yang menyebar melalui hewan) yang disebabkan oleh virus monkeypox dalam genus Orthopoxvirus.

Gejala Virus Cacar Monyet

Untuk gejala virus ini biasanya yang muncul demam, mengalami ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening, dan dapat mengakibatkan berbagai komplikasi medis. Gejala ini dapat bertahan selama 2-4 minggu, tapi tidak menutup kemungkinan penderita bisa mengalami kondisi fatal.

Hampir sama seperti Covid, cacar monyet dapat menular melalui kontak dekat dengan manusia atau hewan yang terinfeksi, yaitu melalui tetesan pernapasan, cairan tubuh, luka, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.

Menurut Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman melalui laporan Tribunnews, Indonesia perlu lebih waspada dengan proses skrinning yang diperkuat pada pintu masuk negara lain ke Indonesia.

“Sudah ada vaksinnya. Tapi tidak tersedia dengan banyak. Karena itu, saya kira untuk pelaku perjalanan Indonesia mau ke Afrika, siapa pun perlu diberikan vaksinasi ini,” tegasnya.

Selain itu, dia juga menyarankan untuk tetap menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mendeteksi penyakit ini lebih dini.

“Bukan tidak lagi difungsikan setelah pandemi dicabut. Sejauh ini jangan panik, kasus jarang, tapi bukan tidak mungkin masuk. Kalau bisa dilakukan deteksi awal untuk bisa mencegahnya,” ujarnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: AmerikaBerita kasus virus cacar monyetCacar monyetCacar monyet di AmerikaCacar monyet di EropaEropaKasus cacar monyetKasus monkeypoxKasus virus monkeypoxMonkeypoxPersebaran virus cacar monyetVirus cacar monyet
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
Dies Natalis Unikama. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Dies Natalis Unikama Ke-65, Rektor: Hargai Waktu untuk Songsong Masa Depan yang Lebih Bermakna

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID