20 Akademisi Positif COVID-19, Unesa Terapkan PKBB Selama 2 Pekan

  • Bagikan
Pemeriksaan COVID-19 di kampus Unesa, Surabaya. (Foto: Dokumen Unesa)
Pemeriksaan COVID-19 di kampus Unesa, Surabaya. (Foto: Dokumen Unesa)

SURABAYA, Tugujatim.id – Hingga hari ini (2/1/2021), total sebanyak 20 akademisi dari kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang terkonfirmasi positif COVID-19. Hal tersebut memaksa pihak kampus untuk melakukan sistem Pembatasan Kegiatan Berskala Besar (PKBB) selama dua minggu untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Banyaknya akademisi dari Unesa yang terpapar COVID-19 tersebut dibenarkan oleh Kepala Humas Unesa, Vinda Maya Setianingrum.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Iya mas benar (akademisi terpapar COVID-19, red), tapi data hari ini, per 2 Januari itu ada 20 orang yang positif COVID-19,” terang Vinda Maya ketika dihubungi Tugu Jatim, Sabtu (2/1/2021) sore.

Baca Juga: Varian Baru Virus Corona, Indonesia Tutup Pintu untuk Semua WNA

Ia menjelaskan bahwa hasil tersebut berdasar hasil swab test yang dilakukan seretnak pada akhir tahun 2020 lalu.

“Siapa saja itu (yang positif COVID-19, red), dari civitas akademika ada dosen dan karyawan, pegawai. Untuk data kami masih belum bisa mempublikasikan karena masih ada di Unesa Crisis Centre (UCC), dilakukan tracing datanya,” lanjut Vinda Maya.

Sementara itu, terkait sistem Pembatasan Kegiatan Berskala Besar (PKBB) sendiri pihak Unesa bakal menerapkannya selama 2 minggu. Yakni mulai 4 Januari hingga 15 Januari 2021 mendatang.

Di mana masa itu berbarengan dengan Ujian Akhir Semester (UAS) yang dilakukan secara daring. Sehingga, tidak ada mahasiswa yang melakukan aktivitas ke kampus Unesa, kecuali mahasiswa yang mengurus syarat Ujian Skripsi dan Wisuda yang sudah menerapkan protokol kesehatan khusus.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Positif COVID-19

“Untuk mahasiswa atau dosen yang setelah melakukan liburan dan dari luar kota, pada saat datang ke kampus harus memenuhi protokol kesehatan dan harus punya hasil rapid test (untuk menjaga keamanan dan kesehatan, red),” terang Vinda.

Unesa masih belum dapat memberikan data ke publik mengenai jumlah akademisi yang terkonfirmasi COVID-19 per tahun 2019-2021, lantaran UCC masih terus melakukan proses tracing dan pengumpulan data civitas akademika yang terkonfirmasi COVID-19 sampai hari ini. (Rangga Aji/gg)

  • Bagikan