MALANG, Tugujatim.id – Upaya pelestarian penyu di pesisir selatan Kabupaten Malang terus menunjukkan hasil positif. Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) mencatat telah melepasliarkan lebih dari 28 ribu tukik ke habitat alaminya sejak program konservasi dimulai pada 2012 hingga semester pertama 2026.
Data BSTC menunjukkan, selama periode 2012–2025 terdapat 345 sarang penyu yang berhasil direlokasi. Dari 34.659 butir telur yang diamankan, sebanyak 28.640 tukik berhasil menetas, sedangkan 27.625 ekor tukik telah dilepasliarkan ke laut.
Memasuki semester pertama 2026, BSTC kembali melepas sekitar 1.000 ekor tukik ke habitat alaminya. Tingkat keberhasilan penetasan mencapai 82,6 persen, mencerminkan efektivitas metode konservasi yang diterapkan.
Baca Juga: Konservasi Pantai Papuma, Burung dan Tukik Dilepas Bebas
Tren keberhasilan konservasi juga terus meningkat. Tahun 2024 menjadi pencapaian terbaik dengan 100 sarang penyu direlokasi, 9.692 telur diamankan, 8.401 tukik menetas, dan 8.042 tukik berhasil dilepasliarkan ke laut.
Sementara itu, sepanjang 2025 BSTC mencatat relokasi 91 sarang penyu, mengamankan 9.410 telur, menghasilkan 6.720 tukik menetas, serta melepasliarkan 6.497 tukik ke habitat aslinya.
Ketua BSTC Sutari mengatakan misi utama konservasi adalah menyelamatkan telur penyu yang berada di kawasan rawan, terutama di sekitar pantai wisata. Relokasi dilakukan agar telur tidak diambil pemburu maupun dimangsa predator.
“Pada bulan-bulan tertentu penyu bertelur, kami harus merelokasi dan menetaskan di semi-alam,” ujar Sutari.

Menurut dia, telur penyu dipindahkan ke lokasi penetasan semi-alami dengan kondisi suhu dan keamanan yang dikontrol sehingga peluang menetas menjadi lebih tinggi.
Setelah menetas, tukik juga tidak dibiarkan terlalu lama berada di lokasi penangkaran. Saat berusia sekitar 15 hari, tukik segera dilepas ke laut agar mampu beradaptasi secara alami dan tidak bergantung pada manusia.
“Di situlah suhu dan keamanannya kami jaga hingga menetas,” tambahnya.
Penyu Lekang Jadi Spesies yang Paling Dominan
Selama periode 2012–2025, penyu lekang (Lepidochelys olivacea) menjadi spesies yang paling sering mendarat di Pantai Bajulmati. Tercatat 297 kali pendaratan atau sekitar 86,1 persen dari seluruh pendaratan penyu yang berhasil didokumentasikan BSTC.
Selain penyu lekang, BSTC juga mencatat 32 pendaratan penyu hijau, 9 penyu sisik, 6 penyu belimbing, dan 1 penyu pipih.
Baca Juga: Hasilkan Penyu dari Inkubator, Mahasiswa Kedokteran Hewan Unair Lepas Tukik di Laut Banyuwangi
Sutari menilai keberhasilan konservasi tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat, pengelola wisata, serta dukungan Perum Perhutani KPH Malang. Saat menemukan penyu bertelur, masyarakat maupun pengelola wisata kini langsung melaporkannya kepada BSTC untuk dilakukan relokasi secara aman.
“Pengelola wisata selalu menginformasikan kepada kami apabila ada penyu yang bertelur. Kami akan datang untuk melakukan relokasi. Pengelola dan masyarakat tidak diizinkan menggali atau mengambil telur penyu,” tutup Sutari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








