SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini tengah membuka seleksi direktur untuk memimpin Perusahaan Daerah Kebun Binatang Surabaya (PD KBS). Pendaftaran calon direktur KBS masih dibuka hingga tanggal 31 Juli 2026.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan untuk mendapatkan lebih banyak pendaftar dirinya sampai memasang pengumuman di media nasional. Dia berharap agar pendaftar tidak hanya berasal dari Kota Surabaya saja, tetapi juga bisa menjangkau talenta-talenta lain secara nasional.
“Perekrutan direktur KBS ini kami buka seluas-luasnya. Kami masukkan media nasional karena saya melihat yang daftar ya itu-itu saja. Saya ingin pendaftarnya tidak hanya dari Surabaya atau Jawa Timur. Saya ingin informasi ini diketahui secara nasional,” kata Eri, Senin (27/07/2027).
Terkait talenta yang dicari, Eri menuturkan untuk kualifikasi tidak jauh berbeda dengan direktur BUMD yang lain, seperti memiliki pengalaman sesuai bidangnya, berintegritas, jujur, memahami penyelenggaraan pemerintah daerah, belum pernah menjadi anggota direksi PD KBS, dan tidak sedang menjadi pengurus atau anggota partai politik, anggota legislatif dan calon kepala daerah.
“Untuk syaratnya ya sama saja, intinya memiliki pengalaman atau kemampuan terkait dengan satwa. Untuk syarat yang lain masih sama dengan seleksi lainnya,” tambahnya.
Perekrutan Calon Direktur KBS Tekankan Integritas pada Penggunaan Anggaran

Eri menekankan dalam perekrutan calon direktur KBS hal yang ditekankan sama dengan rekrutmen BUMD lain. Hal yang paling vital bagaimana mereka bertanggung jawab terhadap anggaran perusahaan.
Tanggung jawab ini penting agar kasus korupsi atau pun sejenisnya tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang. Pihaknya akan terus mengawasi operasional BUMD yang berada di bawah Pemkot Surabaya.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Eks Dirut KBS Surabaya, Eri Cahyadi: Proses Hukum Sampai Tuntas
“Ya intinya bagaimana mereka bertanggung jawab dan memiliki integritas terhadap anggaran yang diberikan, dan juga berkomitmen untuk menjauhi korupsi,” paparnya.
Politikus PDIP tersebut ke depan akan rutin menggelar audit yang dipilih secara independen untuk menganalisis dan mengawasi penggunaan anggaran. Badan audit akan dipilih secara acak agar hasilnya bisa lebih netral.
“Nanti kami akan audit terus. Kami gunakan instansi swasta yang independen dan tidak dipilih oleh BUMN,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Husni Habib
Editor: Dwi Lindawati








