TUBAN, Tugujatim.id – Misteri pembunuhan Puji Rahayu, 22, wanita muda asal Tuban yang ditemukan tidak bernyawa di tengah sawah, semakin terkuak. Polisi pun menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan wanita di tengah sawah yang menghebohkan itu di halaman Mapolres Tuban, Kamis (10/07/2025).
Dalam rekonstruksi pembunuhan wanita di tengah sawah tersebut, tersangka Sulthon Farid, yang tidak lain adalah kekasih korban, memperagakan sebanyak 38 adegan yang menggambarkan detik demi detik kisah tragis malam itu.
Semua adegan pembunuhan wanita di tengah sawah dibangun dari hasil penyelidikan dan pengakuan pelaku, mulai dari rencana pertemuan, cekcok hebat, hingga detik terakhir korban meregang nyawa.
Baca Juga: Jenazah di Tengah Sawah Tuban Ternyata Korban Pembunuhan oleh Kekasihnya
Semua bermula dari rencana pelaku yang hendak mengurus kepindahan dokumen kependudukan ke Sidoarjo demi kepentingan kerja. Sepuluh hari kemudian, pada 20 Juni 2025, korban mengirim pesan kepada Farid agar menjemputnya sepulang kerja dari sebuah toko buah di Kecamatan Singgahan.
Puji bahkan sempat berpesan kepada pamannya agar tidak perlu menjemput karena kekasihnya akan mengantar pulang. Malam itu, Farid datang menjemput dan sempat mengantar sang kekasih hingga dekat rumah. Namun, tidak lama berselang, korban justru meminta dijemput kembali, kali ini tanpa berpamitan kepada orang tuanya.
Pertemuan keduanya berlangsung di depan gang dekat rumah korban. Dari sana, keduanya pergi berboncengan menuju Kecamatan Bangilan. Namun karena hari sudah larut, Farid mengajak pulang. Permintaan itu ditolak oleh Puji. Dia mengaku rindu dan ingin lebih lama bersama kekasihnya.
Di satu titik jalan yang sepi, mereka turun dari motor. Hubungan keduanya semakin hangat—hingga berubah menjadi perdebatan. Perselisihan dipicu oleh ketidakjelasan status hubungan yang sudah dijalani cukup lama.
Cekcok kembali terjadi saat mereka berada dekat lokasi kejadian. Puji emosi dan memukul wajah Farid sebanyak tiga kali. Tidak terima diperlakukan demikian, Farid membalas. Tubuh Puji terjatuh, lalu diinjak pelaku menggunakan kaki kanannya hingga tidak sadarkan diri.
Tragisnya, Farid mengangkat tubuh sang pacar dan melemparkannya. Dia bahkan menenggelamkan kepala korban ke dalam lumpur sawah untuk memastikan bahwa Puji benar-benar tidak bernyawa. Setelah memanggil-manggil dan tidak mendapat respons, dia pun pergi meninggalkan lokasi dan pulang untuk membersihkan tubuhnya dari lumpur.
Pelaku Sempat Datangi Rumah Korban
Yang membuat hati kian teriris, keesokanharinya Farid sempat mendatangi rumah korban dan berpura-pura mencari kekasihnya. Dia bahkan menghubungi nomor korban—padahal, ponsel itu telah dia bawa sejak malam pembunuhan.
Jenazah Puji akhirnya ditemukan warga pada Senin (23/06/2025), di tengah area persawahan dalam kondisi mengenaskan dan mulai membusuk. Penemuan ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Tidak butuh waktu lama, hanya dalam kurun kurang dari 24 jam, polisi berhasil menangkap Sulthon Farid dan menahannya.
Kasatreskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander menyampaikan, proses penyidikan masih terus berjalan. Rekonstruksi ini, dia mengatakan, membantu menyusun ulang alur kejadian secara detail.
“Sehingga membuat semakin terang bagaimana kronologi dan motif pembunuhan daripada tersangka itu sendiri,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








