PASURUAN, Tugujatim.id – Proyek pembangunan Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Kelompok Usaha Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) Kota Pasuruan akan kembali dilanjutkan tahun ini. Sebelumnya, proyek PLUT-KUMKM Kota Pasuruan ini sempat “mandek” akibat operasi tangkap tangan KPK kepada eks Wali Kota Pasuruan Setiyono pada 2018.
Pemkot Pasuruan sebenarnya telah menganggarkan Rp1,9 miliar untuk melanjutkan proyek tersebut pada 2021. Namun, rencana tersebut batal karena pandemi Covid-19 kala itu masih belum mereda. Alhasil, anggaran APBD senilai Rp1,9 miliar dialihkan untuk penanganan Covid.
Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko menyatakan progres pembangunan proyek PLUT-KUMKM sebenarnya sudah mencapai 76,4 persen. Rencananya, sisa progres pembangunan akan dituntaskan pada 2023.
“Setelah dihitung, anggarannya butuh sekitar Rp2,15 miliar,” ujar Gustap pada Rabu (08/03/2023).
Baca Berita Lainnya:
Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo Ditahan terkait Dugaan Penipuan Robot Trading ATG
Wahyu Kenzo Raup Untung Rp9 T, Hasil Menipu 25 Ribu Korban lewat Robot Trading ATG
Kronologi Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo Ditangkap
Cari Cuan dari Robot Trading ATG, Wahyu Kenzo Diduga Miliki Rumah Mewah di Malang
Dana Rp2,15 miliar itu nantinya akan digunakan salah satunya untuk melakukan sejumlah perbaikan gedung di pinggir Jalan A. Yani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Sebab, sudah empat tahun lebih gedung tersebut “mangkrak”.
“Selain itu, nanti dibangun infrastruktur penunjang lain seperti paving halaman, parkir, pagar, hingga akses jalan,” ungkapnya.
Meski begitu, saat ini dinas PUPR masih dalam proses penyusunan rancangan detail engineering design (DED) proyek lanjutan pembangunan gedung proyek PLUT-KUMKM Kota Pasuruan.








