• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Warek III Unej.

Wakil Rektor (Warek) III Universitas Negeri Jember (Unej) Prof Drs Bambang Kuswandi MSc PhD saat ditemui Tugu Media Group di kantornya. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Dari Sumenep hingga United Kingdom, Perjalanan Karir Warek III Unej Prof Bambang Kuswandi

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Featured, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Menelisik perjalanan karir Wakil Rektor (Warek) III Universitas Negeri Jember (Unej) Prof Drs Bambang Kuswandi MSc PhD yang lahir dan besar di Sumenep, Madura, hingga sampai di salah satu negara bagian terbesar di United Kingdom, Inggris.

Sejak lulus dari jenjang sekolah menengah atas (SMA), Warek III Unej Prof Bambang pergi meninggalkan kampung halamannya untuk melanjutkan pendidikan strata pertama di Universitas Negeri Malang (UM).

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

“Saya kuliahnya di UM dulu, masih IKIP Malang namanya, jurusan kimia,” ujar Prof Bambang saat ditemui Tugu Media Group, Senin (12/08/2024).

Beberapa tahun dirinya lalui untuk belajar di Kota Bunga itu. Hingga selang satu tahun dirinya lulus pada 1993, Prof Bambang kembali terjun ke dunia akademik di Unej. Bukan untuk melanjutkan pendidikan, dia menjadi dosen di kampus yang ada di Kota Cerutu itu.

Baca Juga: Customer Gathering, Wujud Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan OPD Pemkab Malang Jalin Sinergi yang Baik

Tidak perlu menunggu waktu lama bagi Prof Bambang untuk melanjutkan program pascasarjananya. Pada 1995, dia pergi ke Inggris untuk belajar dan menempuh program magister dan doktor.

“Di Manchester, mulai S-2 sampai S-3. 2000-an awal baru pulang, jadi saya di luar itu persis S-2 satu tahun, S-3 tiga tahun, persis empat tahun,” bebernya.

Berbekal beasiswa Technological and Professional Skills Development Sector Project (TPSDP), Prof Bambang mengarungi perjalanan akademik magister di University of Manchester. Sedangkan S-3, dia mendapat beasiswa dari Unej dan melanjutkan program doktor di kampus yang sama.

Selama menjadi mahasiswa doktor, dia tidak hanya sekadar kuliah, tapi juga menjadi mentor dan tutor bagi mahasiswa magister di University of Manchester.

“Oleh para dosen saya dikasih pekerjaan menilai tugas anak-anak master, dari situ dapat duit,” papar Prof Bambang.

Menurutnya, kuliah di mana saja sama, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tetapi, Prof Bambang menegaskan bahwa yang membedakan yaitu lingkungan.

“Terutama academic environment, hubungan kita dengan dosen, di sana memang kita lebih terbuka,” jelasnya.

Selain itu, perlengkapan yang mumpuni, mengantarkan Prof Bambang lulus program pascasarjana dengan cepat. Dia mampu menyelesaikan program magister selama setahun. Sedangkan program doktor dia selesaikan dua tahun sembilan bulan.

“Saya di Department Analytical Science and Instrumentation Chemistry, jadi lengkap semua peralatannya, itu kenapa saya bisa lulus dengan cepat. Jadi di S-2 saya setahun, S-3 saya tiga tahun kurang tiga bulan,” papar Prof Bambang.

Karena dapat menyelesaikan masa studi lebih cepat, sisa waktu tiga bulan digunakan Prof Bambang melanjutkan program pengembangan atau postdoctoral. Selama masa studi pascasarjananya, Prof Bambang tidak sendirian. Dirinya ditemani sang istri di usia pernikahan yang masih terbilang muda. Sembari menemani sang suami, istri Prof Bambang bekerja sebagai cleaning service.

Profil Warek III Unej.
Wakil Rektor (Warek) III Universitas Negeri Jember (Unej) Prof Drs Bambang Kuswandi MSc PhD (kiri) saat ditemui Chief Executive Officer (CEO) Tugu Media Group Irham Thoriq (kanan). (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

“Saya bawa istri. Jadi waktu itu saya masih pengantin baru bawa istri ke sana. Yang kerja istri saya dan gajinya lebih besar dari beasiswa saya,” jelasnya.

Prof Bambang juga menjelaskan, di negara yang mendapat julukan The Land of Hope and Glory, istrinya bekerja dan digaji sebesar 70 Pound setiap jam. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, bahkan istrinya juga bekerja di akhir pekan. Di mana gaji yang didapat bisa lebih dari hari kerja biasanya.

“Jadi dia (istri Prof Bambang) kerja biasanya, dulu pernah kerja di rumah sakit, tapi yang paling cocok ini (cleaning service). Karena dia kerja saat orang tidak masuk kerja. Jadi saya bisa jaga anak-anak waktu itu karena baru lahir. Istri saya bekerja,” imbuhnya.

Selain itu, perjalanan panjang karirnya tidak terlepas dari sang motivator, yaitu mantan Rektor Unej Prof Kabul Santoso. Berkat gebrakan yang dilakukan Prof Kabul untuk menyeimbangkan antara bidang ilmu eksakta dan sosial, membuat Prof Bambang terlibat dalam menghadirkan dan mengembangkan beberapa bidang keilmuan di Unej. Salah satunya, Fakultas Farmasi Unej.

“Karena beliau ngasih tantangan-tantangan itu. Begitu saya pulang, you harus begini,” jelasnya.

Di masa itu pula, dosen-dosen muda didorong untuk melanjutkan studi di luar negeri.

Baca Juga: Pebulutangkis asal China He Bing Jao Mendadak Putuskan Pensiun usai Raih Perak di Olimpiade Paris 2024

“Bukan kita tidak menghargai yang di dalam. Sebenarnya kenapa didorong begitu supaya ada mindset yang berubah,” katanya.

Begitu kompleksitas dunia perkuliahan di luar negeri menjadi alasan kampusnya untuk mendorong dosen muda melanjutkan studi. Menurut dia, mengarungi pendidikan di luar negeri, selain tantangan bahasa yang harus dihadapi, untuk melakukan berbagai kegiatan harus dilakukan sendiri.

“Kalau di luar tantangannya luar biasa. Pertama tentu tantangan bahasa, belum lagi tantangan di luar itu kalau kita mau survive semuanya harus dilakukan sendiri, mindset berubah, jadi pekerjaan rumah kita kerjakan sendiri, memasak ya sendiri, semua, karena mau beli juga mahal di luar, tidak cukup beasiswanya,” paparnya.

Sehingga di generasinya mampu menghadirkan wajah baru Unej. Satu per satu bidang ilmu eksakta mulai hadir hingga rasionya menjadi seimbang dengan rumpun ilmu sosial.

“Bahkan lebih banyak eksaknya, hampir semua ada. Teknik ada, di bidang kesehatan ada Farmasi, Fasilkom, FMIPA, FKG, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat,” ujar Prof Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniKabupaten Jember hari iniMahasiswa UnejUniversitas Negeri JemberWarek III Unej Prof Bambang Kuswandi
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
DPRD Surabaya Komitmen APBD 2025 Prioritaskan Kesejahteraan, Ekonomi, dan Stunting

DPRD Surabaya Komitmen APBD 2025 Prioritaskan Kesejahteraan, Ekonomi, dan Stunting

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID